Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

RUTE (Ruang Transparansi Ide) · 27 Apr 2019 01:05 WIB

Anak Buruh Tani Mengejar Mimpi Menjadi Duta Wisata


					Anak Buruh Tani Mengejar Mimpi Menjadi Duta Wisata Perbesar

Tidak ada kata ‘minder’ dalam kamus hidup Maulidiya Sri Wulandari. Meski putri seorang buruh tani, namun hidup dalam garis kemiskinan tak menyurutkan cita-citanya menjadi polisi wanita (Polwan). Hebatnya, disela-sela proses seleksi anggota Polri, ia masuk 10 besar Duta Wisata Kabupaten Probolinggo 2019.

—- Laporan : Moh. Ahsan Faradies —-

Wulan, begitu ia dipanggil, Jum’at (26/4/2019) malam, tengah mengikuti karantina Kakang – Ayu 2019 yang digelar Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo. Ia bersaing dengan 9 dara lain untuk menjadi Ayu terbaik 2019.

Malam sebelum grandfinal yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Kraksaan, Wulan menuturkan perjuangannya hingga tembus 10 besar Duta Wisata Kabupaten Probolinggo 2019. Wulan menyebut, kiprahnya dalam kontestasi Duta Wisata dimulai pada Maret 2019 lalu.

“Bulan Maret kemarin saya mengikuti tes wawancara masuk polisi, lalu guru saya menelpon, menyuruh saya mengikuti ajang Duta Wisata ini. Saya kebut semalam buat belajar tentang kebudayaan dan wisata di Kabupaten Probolinggo,” cerita Wulan.

Dara berusia 18 tahun tak menyangka ia akhirnya masuk 10 besar dan memperebutkan gelar Ayu 2019. Sebab dari seluruh kontestan, hanya dirinyalah yang berangkat bukan dari keluarga dengan latar belakang ekonomi mapan.

“Ayah buruh tani dan ibu rumah tangga biasa. Kemiskinan orang tua menjadi cambuk bagi saya untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Kakang-Ayu ini,” tutur gadis kelahiran 5 Mei 2001 ini.

Wulan (kiri) disela-sela malam final Kakang – Ayu Kabupaten Probolinggo 2019. (Foto : Moh. Ahsan Faradies)

Anak kedua pasangan suami istri Sudiono (52) dan Susmiati (40) ini bertekad akan mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Probolinggo secara maksimal jika terpilih sebagai Ayu 2019. Menurutnya, objek wisata di Kabupaten Probolinggo tak kalah bagus dibandingkan daerah lain.

“Objek wisata Gunung Bromo, Ranu Segaran, Pantai Duta dan sebagainya, tak kalah bagus dibanding wisata di daerah lainnya. Karena itu, saya akan mempromosikannya dengan maksimal,” kata gadis asal Dusun Sawahan RT/RW 004/002 Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan ini.

Untuk proses seleksi Polwan, saat ini Wulan sudah melewati 4 dari 8 tahapan tes yang dilakukan oleh Polda Jatim. “Semoga nantinya juga bisa tembus menjadi Polwan. Dalam seleksi Polwan, saya masih harus menyelesaikan beberapa tahapan,” Paskibrata 2018 ini berharap.

Sang ayah, Sudiono, tak dapat menyembunyikan kegembiraan atas prestasi yang ditorehkan putri keduanya. Sebagai buruh tani dengan penghasilan tak sampai Rp 50 per hari, kiprah Wulan membuatnya bangga.

“Selaku orang tua, saya tidak pernah menghalangi kemauan anak saya, apalagi selama ini kegiatannya positif. Saya mendorong dan mendoakan, semoga cita-cita Wulan yang kuat itu diikuti oleh ridho Allah SWT,” ujar Sudiono.

Sekedar informasi, ke 10 finalis Kakang-Ayu akan diambil 5 pasang yakni rangking 1-3 untuk Kakang Ayu Duta Wisata. Rangking 4 adalah Duta Lingkungan sebagai pelopor dalam Sapta Pesona Wisata, sedangkan rangking kelima adalah sebagai Duta Kopi Kabupaten Probolinggo.

“Tugas duta wisata adalah memahami ilmu komunikasi yang baik. Kedua, mampu mengenali segala potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Probolinggo. Selain kaya kuliner dan pengrajin batik, potensi lain yang belum maksimal pengembangannya adalah wisata,” urai Seda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono. (*)

 

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

4 April 2025 - 21:19 WIB

Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

4 April 2025 - 13:39 WIB

Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga

3 April 2025 - 20:02 WIB

Libur Lebaran, Jasa Penitipan Kucing di Kota Probolinggo Laris Manis

2 April 2025 - 13:04 WIB

Empat Keistimewaan The Bentar Beach, yang Wajib Dinikmati saat Libur Panjang Lebaran

2 April 2025 - 12:55 WIB

Liburan di Kali Pinusan Pilihan Tepat Bersantai Bersama Keluarga

2 April 2025 - 12:35 WIB

Nyepi hingga Idul Fitri, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ditutup

30 Maret 2025 - 15:09 WIB

Wisata Bromo Diminta Tetap Buka Saat Idul Fitri, Gus Haris Turun Tangan

27 Maret 2025 - 03:47 WIB

Hari Ini Dibuka, Istilahnya Bukan Lagi Grojogan Sewu, tapi Tumpak Sewu yang Dikenal Mancanegara

14 Maret 2025 - 12:26 WIB

Trending di Wisata