PASURUAN-PANTURA7.com , Warga Jawa Timur, kini tak perlu bersusah payah pergi ke negara-negara di Timur Tengah bila ingin melihat buah kurma dari pohon. Sebab di Kabupaen Pasuruan, terdapat kebun kurma yang disulap menjadi destinasi wisata.
Ya, sejak dibuka pada awal tahun 2017 lalu oleh mendiang H. Roeslan, kebun kurma di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo,berkembang menjadi objek wisata andalan, terutama saat bulan ramadan. Selain menyajikan nuansa yang berbeda, tiket masuk juga relatif murah.
Kebun kurma yang berada diatas lahan seluas sekitar 2 hektar tersebut, menjadi destinasi wisata bernama Duta Wisata Kebun Kurma. Pengunjung dimanjakan dengan ragam pohon khas Timur Tengah dan berbagai wahana permainan di dalamnya.
Pengelola Kebun Kurma, Rusti Widayati menjelaskan, di kebun yang berada di pinggir jalan raya Surabaya – Malang itu, terdapat 17 varietas kurma. Jenis kurma yang tumbuh dan berbuah diantaranya varietas emirat, kholas dan sayer.
“Pohon kurma yang berbuah rata-rata umurnya tiga hingga empat tahun. Agar berbuah, kita kawinkan antara pohon kurma pejantan dangan pohon kurma betina,” kata Wida, begitu ia dipanggil, Rabu (8/5/2019).

Buah kurma yang masih muda dan belum bisa untuk dinikmati pengunjung. (Foto : istimewa)
Sayangnya, lanjut Wida, pada bulan ramadan tahun ini pohon kurma di kebunnya belum memasuki masa panen. Sebagian pohon kurma masih berbuah muda, sebagiannya justru baru berbunga. Alhasil, buah kurma di kebun tersebut belum bisa dinikmati pengunjung.
“Kalau musim panen tiba, buahnya lebat. Biasanya setelah kita petik, oleh pengunjung dibeli sebagai oleh-oleh. Kurma muda paling digemari, katanya sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan bagi wanita,” Wida menjelaskan.
Untuk tiket masuk, menurut Wida, Rp 10 ribu pada hari biasa dan Rp 15 ribu saat libur akhir pekan. Dalam sepekan, tak kurang dari 2 ribu wisatawan berkunjung. “Khusus bulan puasa, kita hanya buka saat libur akhir pekan, Sabtu dan Minggu saja,” tandas Wida.

Pemandangan wisata kebun kurma yang berada di Desa Sukorejo. (Foto : istimewa)
Bagi pengunjung, selain belasan pohon kurma, mereka juga bisa melihat varietas pohon khas Timur Tengah seperti pohon Delima Merah, Tin, Zaitun hingga Matoa. Selain itu, juga ada miniatur ka’bah, unta dan ragam wahana permainan.
“Senang bisa melihat langsung pohon kurma, konon katanya hanya bisa tumbuh si lahan tandus seperti tanah di Arab, tapi disini ternyata bisa berbuah,” kagum seorang pengunjung asal Bangkalan Madura, Nikmatul Hilmiyah. (*)
Penulis : Mohammad Jakfar
Editor : Efendi Muhammad
Tinggalkan Balasan