Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

RUTE (Ruang Transparansi Ide) · 6 Sep 2019 11:36 WIB

Sempat Pesimis, Winda Wahyu Ningtyas Kini Jadi Anggota DPRD Termuda di Probolinggo


					Sempat Pesimis, Winda Wahyu Ningtyas Kini Jadi Anggota DPRD Termuda di Probolinggo Perbesar

Tak perlu menunggu usia matang untuk duduk di kursi parlemen. Dengan tekad dan usaha serius, usia remaja pun bisa menggapainya. Tak percaya? Lihat saja kiprah Winda Wahyu Ningtyas, yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) termuda di Kabupaten Probolinggo.

Laporan : Moh. Ahsan Faradies

Sesosok wanita muda dengan balutan kaos putih bergaris hitam, dengan ramah menyapa saat jurnalis PANTURA7.com mendatangi sebuah rumah berwarna hijau cerah di Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (4/9).

Wanita yang tengah hamil tua itu, tak lain adalah Winda Wahyu Ningtyas (22), anggota DPRD periode 2019-2024 termuda di Kabupaten Probolinggo yang pekan lalu baru dilantik. Winda menceritakan awal muda keterlibatannya dalam dunia politik.

Menurut istri Rizky Salman Yuliarso (24) ini, mulanya ia maju menjadi calon legislatif (caleg) karena tawaran sang ayah. Padahal saat itu, ia masih asyik-asyiknya menimba ilmu di sebuah perguruan tinggi di Malang.

“Ayah bilang bahwa ada lowongan di partai. Awalnya saya iyakan saja, karena saya kira ini tidak akan serius, saat itu suami juga hanya manut dan mendukung saja,” kata Winda menjelaskan.

Sejak saat itu, lanjut Winda, ia kerapkali pulang pergi Probolinggo – Malang. Selain karena kesibukan kuliah yang masih menginjak semester 7, perut yang kian membesar membuatnya harus menguras tenaga ekstra untuk sosialisasi kepada masyarakat.

“Selain kuliah, juga hamil muda. Jadi suami yang sering bantu turun ke masyarakat. Apalagi saya orang baru di partai yang secara otomatis banyak orang tidak kenal sama saya,” tuturnya.

Anggota DPRD termuda di Kabupaten Probolinggo, Winda Wahyu Ningtyas, bersama sang suami saat ditemui di kediamannya. (Foto : Moh Ahsan Faradies)

Berkat semangat dan kerja keras, Winda yang maju di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 (Krejengan, Pajarakan, Gending, Dringu) mampu meraup 3082 suara pada Pemilu 17 April. Perolehan suaranya cukup untuk mengantarkan Winda duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo selama 5 tahun kedepan.

“Kebahagiaan pertama karena saya terpilih jadi anggota dewan. Kebahagiaan yang kedua, saya dan suami akan memiliki anak sebentar lagi, sambung do’anya ya, semoga lancar persalinan nanti,” pinta Winda.

Meski dinilai sukses, namun menurut Winda, ia sempat mengalami musibah saat masa pencalegan dulu. 10 hari menjelang pencoblosan, ribuan udang di tambak yang dikelolanya sejak 2 tahun lalu mati diracun orang tak dikenal.

“Kerugian sekitar Rp 80 juta. Padahal hasil panen tambak udang, itu kami niatkan untuk modal saya nyaleg,” kenang politisi yang pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang ini.

Kini setelah terpilih menjadi wakil rakyat, Winda bertekad menjadi jembatan aspirasi yang memperjuangkan nasib rakyat kepada pemerintah. Ia juga berhasrat menghapus stigma bahwa anggota dewan saat terpilih hanya makan gaji buta.

“Yang terjadi di masyarakat memang seperti itu. Bahkan saya sebagai mahasiswa yang biasa dengan pemikiran kritis pernah beranggapan kalau anggota DPRD itu, kerjanya hanya jalan-jalan, makan uang rakyat. Tapi itu semua akan saya ubah,” tekadnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Manufacturing SAE (1): Menahan Pukulan Menjadi Kekuatan

22 Januari 2025 - 12:57 WIB

Mengatasi Persoalan Daerah Kabupaten Probolinggo

2 November 2024 - 12:03 WIB

Problematika Kebijakan Tunjangan Honor Guru Non NIP di Lumajang

16 Juli 2024 - 14:28 WIB

Peran Media Sosial Dalam Kampanye Edukatif

17 Juni 2024 - 10:04 WIB

Strategi Membangun Popularitas Bandeng Jelak Menuju Bintang Kuliner Nasional

24 April 2024 - 15:35 WIB

Tantangan dan Dinamika Pilkada Pasca Pemilu 2024

21 April 2024 - 17:44 WIB

Pemuda dan Urgensinya dalam Pemilu 2024

5 Desember 2023 - 21:01 WIB

Perebutan Suara Milenial dan Pergeseran Media Kampanye

20 November 2023 - 10:24 WIB

Duh.. Kades di Pasuruan Dibacok Tetangga

26 Juli 2023 - 23:09 WIB

Trending di Berita Pantura