Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

RUTE (Ruang Transparansi Ide) · 13 Okt 2019 14:12 WIB

Berkat Mie Telor Gulung, Berjaya di Tanah Rantau


					Berkat Mie Telor Gulung, Berjaya di Tanah Rantau Perbesar

Menjadi perantauan tak membuat Zainuddin (28) warga Kabupaten Sampang Madura, patah arang. Sebaliknya, ia sukses menopang hidup berkat kreatifitasnya mengolah dan menjajakan Mie Telor Gulung. Seperti apa kisahnya?

Laporan : Moh. Ahsan Faradies

Zainuddin tak menyangka, tekadnya mengadu nasib dari pulau garam ke tanah jawa berbuah manis. Zainuddin meninggalkan kampung halamannya sejak 3 tahun lalu dan memilih Kabupaten Probolinggo, tepatnya Kota Kraksaan sebagai ‘ladang perjuangan’.

Dengan mengontrak sebuah rumah sederhana di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Zainuddin lantas memulai usaha Mie Telor Gulung, makanan tradisional yang dikemas moder. Jajanan ini ia jajakan di sekitar wilayah Kraksaan, dari pagi hingga malam hari.

Tak disangka usaha kecil yang ia rintis memberikan keuntungan yang lumayan besar. Satu paket Mie Telor Gulung dijualnya seharga Rp. 1000, pertusuk. Keuntungan yang ia peroleh dari jajanan ini mencapai Rp 700 ribu sampai Rp. 1 juta perhari.

Untuk membuat Mie Telor Gulung, Zainuddin hanya menyiapkan telor, tusuk yang terbuat dari lidi dan mie dan sosis. Sejak pukul 7.00 Wib ia menjajakan dagangan dan baru pulang sekitar pukul 22.00 Wib setiap harinya. Dalam rentang sekitar 15 jam, 500-700 tusuk Mie Gulung Telor terjual.

“Ya keliling setiap harinya, kalau pagi ke sekolahan dan siangnya keliling ke rumah-rumah warga, baru sore hingga malam hari di Pasar Semampir. Paling banyak pembelinya ya di sini ini (Pasar Semampir, red),” kata Zainuddin, Minggu (13/10).

Proses pembuatan Mie Telor Gulung yang dijajakan setiap malam di Pasar Semampir, Kraksaan. (Foto : Moh Ahsan Faradies).

Inisiatif membuka dagangan, menurut Zainuddin, setelah dirinya mengetahui kalau di wilayah kota Kraksaan minim orang yang berdagang mie telor keliling. Haal itu sangat jauh berbeda dengan tempat tinggalnya (Sampang).

“Kalau di Sampang mie telor gulung sudah banyak yang jualan, tapi setelah sampai di Kraksaan malah jarang. Akhirnya saya nyoba, eh malah banyak pembelinya,” ujar pria dengan satu anak ini.

Lanjut Zainuddin, dagangannya laris manis terutama saat Sabtu malam atau yang biasa disebut malam minggu. Saat malam minggu, ia 700 hingga 800 tusuk mie telor gulung. Hasil jualan ini, lebih dari cukup untuk menafkahi istrinya Subaidah (24) dan anaknya, Zaki (5).

“Kalau malam Minggu sudah pasti habis, kalau hari biasa kadang sisa mie-nya saja. Tiap tusuk saya pisah, ada tusukan yang diisi telor puyuh ada yang diisi sosis, nanti tergantung permintaan dari pembeli, mau yang puyuh apa sosis,” jelas dia.

Selain murah, tutur Zainuddin, faktor lain yang membuat mie telor gulung buatannya jadi primadona karena rasanya yang khas. “Gurih dan harum, saya jamin berbeda dengan mie gulung telor lainnya,” sesumbarnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Manufacturing SAE (1): Menahan Pukulan Menjadi Kekuatan

22 Januari 2025 - 12:57 WIB

Mengatasi Persoalan Daerah Kabupaten Probolinggo

2 November 2024 - 12:03 WIB

Problematika Kebijakan Tunjangan Honor Guru Non NIP di Lumajang

16 Juli 2024 - 14:28 WIB

Peran Media Sosial Dalam Kampanye Edukatif

17 Juni 2024 - 10:04 WIB

Strategi Membangun Popularitas Bandeng Jelak Menuju Bintang Kuliner Nasional

24 April 2024 - 15:35 WIB

Tantangan dan Dinamika Pilkada Pasca Pemilu 2024

21 April 2024 - 17:44 WIB

Pemuda dan Urgensinya dalam Pemilu 2024

5 Desember 2023 - 21:01 WIB

Perebutan Suara Milenial dan Pergeseran Media Kampanye

20 November 2023 - 10:24 WIB

Duh.. Kades di Pasuruan Dibacok Tetangga

26 Juli 2023 - 23:09 WIB

Trending di Berita Pantura