Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Kesehatan · 17 Okt 2019 10:02 WIB

22 Kementerian ‘Turun Gunung’ Atasi Stunting di Kabupaten Probolinggo


					22 Kementerian ‘Turun Gunung’ Atasi Stunting di Kabupaten Probolinggo Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Jumlah kasus stunting (Penyakit yang menyebabkan tubuh anak pendek) di Kabupaten Probolinggo masih terbilang cukup tinggi. Bahkan menjadi salah satu dari 160 Kota/Kabupaten yang menjadi perhatian pemerintah pusat.

Kasubdit Informasi dan Komunikasi Sosial Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI, Sarjono mengungkapkan, stunting menjadi isu nasional, yang mana angka stunting nasional pada tahun 2013 mencapai 37%.

“Pada tahun 2018 angka stunting menurun menjadi 30 persen. Untuk penanganan dan pencegahannya, ada 22 kementerian yang terlibat di dalamnya,” kata Sarjono, Kamis (17/10) saat menjadi pemateri forum dialog ‘Cegah Stunting Itu Perlu’ di Ruang Tengger Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Di Kabupaten Probolinggo, lanjut Sarjono, stunting tahun 2013 mencapai 49,9%. Pada tahun 2018 menjadi 39,9%. Sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2013 mencapai 35% dan turun pada tahun 2018 menjadi 32%.

“Di Kabupaten Probolinggo kami melihat bahwa stunting cukup tinggi. Hanya, saya melihat ada kontradiktif di sini. Dimana stunting tinggi, tapi kemiskinan rendah. Faktor penyebabnya, itu nanti akan kami cari,” ujar Sarjono.

Sarjono mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan stunting. Seperti pernikahan dibawah umur, akses sanitasi, kekurangan gizi, akses kesehatan dan faktor lainnya.

Persoalan ini, menurut Sarjono, terdapat pada 8 Kota/Kabupaten di Jawa Timur yang menjadi skala prioritas pencegahan pertumbuhan pada anak. Yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

“Ada Bondowoso, Probolinggo, Nganjuk, Lamongan, Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan yang sudah masuk dalam daftar catatan daerah yang jadi prioritas stunting,” ucapnya.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan penanganan dan pencegahan stunting dengan terus menerus berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait,

“Misalnya program sertifikasi ibu hamil, kemudian juga penanganan untuk anak balita dan juga anak tumbuh dewasa. Kami akan berupaya maksimal untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo,” mantan Camat Sukapura ini menjelaskan. (*)


Penulis : Moh Ahsan Faradies
Editor : Efendi Muhammad


Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Trending di Pemerintahan