Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Budaya · 18 Okt 2019 06:46 WIB

Kenakan Kopyah, Cara Polisi Sambut HSN 2019


					Kenakan Kopyah, Cara Polisi Sambut HSN 2019 Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Hari Santri Nasional (HSN) disambut meriah oleh berbagai elemen di tanah air. Ragam cara pun dilakukan untuk menyambut dan memeriahkan hari kelahiran santri nusantara tersebut.

Tak terkecuali Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo, yang ‘turun gunung’ menyambut gempita HSN 2019. Meski bukan kegiatan mewah, namun penyambutan HSN ala polisi lalu lintas (Polantas) ini cukup ikonik.

Anggota polisi yang sedang dinas, mengenakan kopyah putih ala santri dalam menjalankan tugas setiap harinya. Tak ayal disejumlah titik di jalur pantura, terlihat santri ‘coklat’ mengatur lalin dan menyeberangkan warga.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Purwanto Sigit Raharjo mengatakan, program polisi pakai kopyah itu sudah berlangsung sepekan terakhir. Tujuannya, untuk menyambut dan merayakan HSN tahun ini.

“Entah itu saat tugas pagi ataupun siang hari, wajib mengenakan kopyah kalau sedang menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai anggota Polri” kata Sigit saat dikonfirmasi, Jum’at (18/10).

Dengan mengenakan kopyah ala santri, lanjut mantan Kapolsek Dringu ini, diharapkan petugas bisa meneladani ulama dan kiai dalam melayani masyarakat. Sehingga aparat bisa menjalankan tugas dengan tulus dan ikhlas.

“Sejarah tidak bisa dilepaskan, bahwa para ulama dan santri memberi andil yang sangat besar pada kemerdekaan negara kesatuan republik indonesia (NKRI). Jadi patut bagi kita untuk memeriahkan hari santri nasional ini,” ujar Sigit.

Sigit mengakui, sejak ia dan anggotanya mengenakan kopyah putih dalam bertugas, ia merasa lebih dekat dengan masyarakat. Ia berharap, kedekatan itu dapat menjadi instrumen guna menyadarkan masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas.

“Semoga kedekatan polisi dengan masyarakat selalu terjalin, tak sedikit masyarakat yang melihat di jalan memberikan salam, sapa dan tersenyum. Mungkin kalau polisi berkopyah, kelihatan tidak garang,” ucap Sigit seraya terkeukeh. (*)


Penulis : Moh Ahsan Faradies
Editor : Efendi Muhammad


Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

5 April 2025 - 16:13 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)

5 April 2025 - 12:41 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

4 April 2025 - 20:35 WIB

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Hari ke-6 Ramadhan, Harga Komoditas Cabai Turun, Namun Masih Dikeluhkan

6 Maret 2025 - 14:56 WIB

Trending di Ekonomi