Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Hukum & Kriminal · 4 Nov 2019 10:57 WIB

LPA Kecam Maraknya Kasus Perkosaan di Probolinggo


					LPA Kecam Maraknya Kasus Perkosaan di Probolinggo Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Tingginya kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur pada bulan Oktober 2019 di Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian khusus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Probolinggo.

Karena itu, LPA Kabupaten Probolinggo meminta kepada aparat penegak hukum, baik itu kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo dan Polres Probolinggo untuk menghukum seberat-beratnya kepada pelaku.

Ketua LPA Kabupaten Probolinggo, Rusdiono menyayangkan tindakan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Terlebih hal itu dilakukan orang terdekat para korban, yaitu ayah kandung ataupun ayah tiri serta kakek korban.

“Hal itu merupakan salah satu fonemena yang sangat diluar nalar, karena pelakunya adalah orang terdekat yang juga memiliki hubungan darah dari korban,” kata Rusdiono, Senin (4/11).

Dalam fenomena seperti ini, lanjut Rusdiono, pihaknya akan mengupayakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali melalui pendekatan dan pengertian, baik kepada keluarga maupun kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Untuk mencegah hal itu, memerlukan dukungan dan kerjasama dari pemerintah maupun masyarakat, terlebih lagi, korban yang mengalami seperti pasti merasakan trauma, apalagi korban masih di bawah umur,” ungkap Rusdiono.

Rusdiono melanjutkan, pihaknya akan menyiapkan pakar psikologis yang nantinya akan mendampingi korban-korban pemerkosaan untuk mengembalikan psikologi maupun mental korban, sehingga bisa dipastikan akan benar-benar pulih.

“Biasanya kalau sudah menjadi korban kasus seperti itu mentalnya akan down, seperti merasa malu jika bergaul dengan teman sebayanya hingga berfikir tidak memiliki masa depan. Dan ini nantinya akan bekerjasama Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur,” tutur dia.

Sekedar informasi, sepanjang bulan Oktober 2019, terdapat 4 kasus pemerkosaan di Kabupaten Probolinggo yang dilakukan oleh 2 ayah tiri, 1 ayah kandung dan 1 seorang kakek. Sementara untuk korbannya, seluruhnya di bawah umur.

Berikut data-data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo selama bulan Oktober, NM (14) asal Kecamatan Leces yang digagahi oleh AL (45) ayah Tirinya. NDL (17) asal Kecamatan Gading, yang digagahi oleh SY (46) ayah kandungnya.

Lalu, RM (18) asal Kecamatan Gending yang digagahi oleh NM (44) ayah tirinya sejak masih duduk di kelas 5 SD. Yang terakhir RA (14) asal Kecamatan Kraksaan yang digagahi oleh ML (58) kakeknya sendiri hingga melahirkan anak perempuan. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Polres Pasuruan Kota Gerebek Penjual Miras di Panggungrejo

30 Maret 2025 - 19:43 WIB

Razia Malam di Kota Pasuruan, Puluhan Kendaraan Disita, Empat Remaja Positif Narkoba

30 Maret 2025 - 19:29 WIB

Trending di Hukum & Kriminal