Menu

Mode Gelap
Tepergok Curi Tas di Pemandian Banyu Biru, Pria ini Nyonyor Digebuki Warga Halal Bihalal di Pasuruan, Gus Hilman Gelorakan Semangat Pengembangan Riset dan Literasi Puncak Arus Balik, Jalur Lumajang – Malang Via Piket Nol Lancar Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember

Budaya · 6 Nov 2019 01:20 WIB

Meriahkan Maulid Nabi Muhammad, Genggong Bersholawat


					Meriahkan Maulid Nabi Muhammad, Genggong Bersholawat Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Ribuan santri dibawah naungan Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menggelar sholawatan massal.

Genggong Bersholawat dengan tema “Santri Genggong Untuk Nusantara” ini digelar di halaman P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong dengan petauziyah KH. Nashir Manshur asal Jakarta. Kiai Nashir merupakan Munsyid Abuya Sayyid Muhammad bin Alwy Almaliky.

Dalam Genggong Bersholawat pada Selasa (5/11) yang dimulai pukul 19.00 Wib ini, terlihat para santri putra dan santri putri sangat antusias, hingga menyesaki halaman pendidikan Pesantren.

Tidak hanya disesaki para santri, terlihat juga masyarakat yang turut memeriahkan Genggong Bersholawat. Bahkan tak sedikit yang memilih duduk dan melihat dari luar halaman karena sudah tidak kebagian tempat duduk.

Genggong Bersholawat juga dihiasi dengan bacaan puisi rindu kepada Nabi Muhammad SAW yang dibacakan oleh santriwan Genggong dan juga salah satu Pengasuh Pesantren Genggong, KH. Moh Hassan Ahsan Maliki.

Salah satu Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh Hasan Naufal mengatakan, Genggong Bersholawat kedepannya akan dijadikan tradisi pesantren setiap momentum maulid Nabi Muhammad SAW.

“Sampai kapanpun, dihalangi oleh apapun, bahkan oleh hujan sekalipun. Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong akan selalu mengadakan acara seperti ini untuk memeriahkan kelahiran baginda Rasulullah SAW,” kata kiai yang akrab disapa Non Boy ini.

KH. Moh Hassan Ahsan Malik (Non Alex) saat membacakan puisi rindu kepada Nabi Muhammad SAW dalam perhelatan Genggong Bersholawat. (Foto : Kominfo PZH Genggong for P7.com)

Tepukan meriah juga terlihat tatkala kiai yang menjadi Khodimul Majelis Tamru Genggong menutup sambutan dengan memberikan sebuah pantun hiburan kepada para santriwan dan juga santriwati yang hadir.

“Satu ditambah satu menjadi dua. Satu ditambah dua menjadi tiga. Malam ini santri Genggong untuk Nusantara. Di tahun-tahun yang akan datang santri Genggong untuk dunia,” ucap Non Boy yang disambut tepukan meriah para santri.

Ketua Panitia Genggong Bersholawat KH. Muhammad Hasan Maulana menyampaikan, Genggong Bersholawat itu tidak hanya sebagai rutinitas tahunan dalam merayakan hari lahir Nabi Muhammad. Akan tetapi juga untuk mendoakan keselamatan negeri dan seluruh rakyat Indonesia.

“Semoga dengan adanya sholawat dan lantunan doa yang dipanjatkan, negeri ini bisa terhindar dari segala mara bahaya dan bencana alam yang belakang ini marak terjadi di berbagai daerah,” ujarnya.

Kiai yang disapa Non Diego itu menuturkan, umat islam terutama santri Genggong sudah seharusnya meneladani kisah dan akhlak sang revolusioner, Rosulullah SAW. Sehingga nantinya bisa saling mengerti dan memahami perbedaan umat antar agama.

“Dengan sholawat, Indonesia aman, tentram dan santausa. Juga seluruh masyarakat bisa hidup saling mengerti dan menghormati satu sama lain, terutama pada mereka yang berbeda keyakinan, insyaa Allah,” ujar putra KH. Moh Hasan Saiful Islam ini. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

5 April 2025 - 16:13 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)

5 April 2025 - 12:41 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

4 April 2025 - 20:35 WIB

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Trending di Budaya