Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Pemerintahan · 1 Des 2019 10:00 WIB

Pedagang Desak Pemkab Probolinggo Datangkan Bawang Merah Luar Daerah


					Pedagang Desak Pemkab Probolinggo Datangkan Bawang Merah Luar Daerah Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Panjangnya musim kemarau kali ini mengakibatkan beberapa petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo alami gagal panen. Imbasnya, harga bawah merah mulai meroket.

Hingga Minggu (1/12), harga jual bawang merah di sejumlah pasar tradisional rata-rata mencapai Rp. 24 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga tanaman jenis sayuran itu hanya Rp. 18 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Moh. Haris berharap, Pemerintah Daerah (Pemkab) Probolinggo mendatangkan bawang merah dari luar. Hal itu, kata dia, demi menjaga stok bawang di daerah tetap aman.

“Stok menipis, permintaan tinggi. Kalau bisa pemerintah segera datangkan bawang merah dari luar,” pinta Haris

Selain ketersediaan yang terbatas dan harga yang tinggi, lanjut Haris, bawang merah yang beredar di pasaran saat ini ukurannya kecil-kecil. “Kualitasnya jelek, yang bagus dan besar sudah sulit didapatkan,” sungutnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Deny Kartika Sari menyebut bahwa opsi mendatangkan bawang merah dari luar daerah saat ini belum diperlukan.

“Stok bawang merah masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Info dari ketua paguyuban pedagang bawang merah, saat ini tidak ada bawang yang masuk dari luar Probolinggo,” terangnya.

Namun ia mengakui jika stok bawang merah di Kabupaten Probolinggo agak berkurang karena musim panen raya sudah berakhir. “Agak berkurang karena musim panen raya sudah berakhir. Namun harganya masih relatif stabil,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, Deny memastikan bahwa pihaknya tidak perlu mendatangkan bawang merah dari luar daerah. Pertimbangannya, kurangnya pasokan dari petani diprediksi tidak akan berdampak pada ketersediaan bawang merah di pasaran.

“Sampai saat ini saya kira masih cukup. Perhari kalau di pasar bawang stoknya masih kisaran 50-100 ton. Jadi kita tidak akan mengambil bawang dari luar daerah,” ia menegaskan. (*)


Redaktur : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Penyelenggaraan Haji Bakal Dikelola BP Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania Beri Pesan Khusus

29 Maret 2025 - 19:55 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di Jember, Sehari Tembus 10.482 Penumpang KA

28 Maret 2025 - 20:33 WIB

Mudik Gratis di Pasuruan, Ratusan Warga Berangkat Pulang Kampung Hari Ini

28 Maret 2025 - 15:52 WIB

Petolekoran, Tradisi Unik Warga Gili Ketapang Jelang Lebaran

27 Maret 2025 - 16:00 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Trending di Pemerintahan