Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Lingkungan · 4 Des 2019 06:56 WIB

Kekeringan, Warga Desa Sindet Anyar Cari Air ke Sungai Pancar Glagas


					Kekeringan, Warga Desa Sindet Anyar Cari Air ke Sungai Pancar Glagas Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Kemarau berkepanjangan masih melanda beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Sebagian warga bahkan harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan air bersih dan layak konsumsi.

Seperti yang dirasakan warga Desa Sindet Anyar, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Sejak 4 bulan terakhir, warga dipusingkan dengan minimnya persediaan air bersih sehingga mereka harus mencari sumber air ke daerah lain.

Abdul Aziz (70) warga setempat mengatakan, kemarau panjang membuat sumur dan sumber mata ait di wilayah tersebut mengering. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, warga terpaksa mendatangi sumber mata air di desa tetangga dengan menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer (KM).

“Sejak di Desa Sindet Anyar kekeringan, untuk mandi ataupun nyuci pakaian maka warga banyak yang pergi ke sungai Pancar Glagas atau yang biasa disebut Sungai Klatakan. Kalau jalan kaki, itu sekitar sepuluh kiloan,” kata Aziz, Rabu (4/12).

Dengan krisis air bersih yang melanda kawasan tersebut, lanjut Aziz, ia dan warga yang lain berharap ada bantuan dari pemerintah setempat. Entah dari pemerintah desa ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggi, untuk mengurangi beban warga soal air bersih.

“Karena selama kekeringan, warga di sini tidak pernah menerima bantuan air bersih dari pemerintah desa atau pemerintah kabupaten. Ya, warga cuma berharap ada bantuan dari pemerintah,” pinta Aziz.

Jika nantinya mendapatkan bantuan air bersih, sambung Aziz, warga akan berhemat dalam pemakaiannya. Jika tidak untuk kebutuhan minum dan memasak, paparnya, maka warga tidak akan mempergunakan kecuali sifatnya sangat mendesak.

“Paling cuma dibuat minum saja. Kalau untuk cuci pakaian atau mandi, kami akan pergi ke sungai. Karena turunnya hujan tidak diketahui, jadinya kami akan hemat air bersihnya,” tutup Aziz saat ditemui di rumahnya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Trending di Regional