Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Pendidikan · 27 Des 2019 01:41 WIB

Sosialisasikan UU Ponpes, PPP Gelar Pendidikan Politik


					Sosialisasikan UU Ponpes, PPP Gelar Pendidikan Politik Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, DPC PPP Kabupaten Probolinggo mensosialisasikan UU Pondok Pesantren (Ponpes) No.18 tahun 2019 dan melalui pendidikan politik, yang digelar di Hall Hotel Tampiarto Kota Probolinggo, Kamis (26/12/2019).

Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Salim Quraisy mengatakan, kegiatan tersebut merupakan amanah atas instruksi DPP untuk melakukan sosialisasi UU Pondok Pesantren (Ponpes) No.18 tahun 2019 sekaligus pemberdayaan kader melalui pendidikan politik.

Sosialisasi UU Ponpes, menurut Salim, dilakukan agar aturan terkait pendidikan pesantren, khususnya di Kabupaten Probolinggo dapat difahami. Sebab nantinya, kata dia, fasilitas untuk pesantren akan disetarakan dengan lembaga pendidikan umum.

“Jadi nantinya pendidikan dan kualitas pesantren sama dengan pendidikan umum. UU Pesantren kan memfasilitasi, membantu santri yang tidak mampu, dan ada program-program seperti sekolah umum,” ujar Salim.

Lanjutnya, negara akan memfasilitasi pesantren yang memiliki legal formal, punya yayasan dan badan hukum yang dikeluarkan oleh Kemenhumkam. “Namun kurikulum tetap mengikuti pakem dari Kementrian Agama,” jelasnya.

Disinggung soal pendidikan politik bagi kadernya, Salim menyebut bahwa hal itu tak lepas dari peran partai politik sebagai bagian dari pemerintah. Partai politik, sebutnya, punya peran mengawasi dan mengawal pemerintahan.

“Soalnya partai politik punya anggota DPR. Nah DPR itu kan kepanjangan tangan dari partai,” paparnya.

Pendidikan politik, imbuhnya, bertujuan untuk evaluasi hasil pemilu 17 April lalu, selain silaturahmi internal partai.  Salim mengklaim, ada sekitar 150 orang, yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari kader PAC, DPC, tim IT dan sejumlah kyai.

“Minimal pendidikan politik itu setahun tiga kali. Lain rapat internal, PAC di kantor atau kegiatan sosial yang lain,” tutup mantan Wakil Bupati Probolinggo ini. (*)

Editor : Efendi Muhammad

Publisher : Rizal Wahyudi

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Trending di Pendidikan