PAJARAKAN-PANTURA7.com, Sekitar 50 orang siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Zainul Hasan I Genggong Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, mengikuti Pelatihan Jurnalistik Milenial di aula sekolah setempat, Minggu (12/1/2020).
Pelatihan yang diprakarsai Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ini mengambil tema ‘Bersinergi Membangun Jurnalis Muda’, dengan pemateri tunggal Jurnalis Kompas TV, Babul Arifandhie.
Pemateri yang juga CEO media online PANTURA7.com, menjelaskan tentang bentuk berita, jenis berita, unsur berita, nilai berita, dan serba-serbi menjadi jurnalis. Sesekali pemateri juga memaparkan pengalaman susah senangnya selama menggeluti dunia jurnalistik.
Dalam sesi pemaparan materi selama sekitar dua jam, peserta yang mayoritas santriwan – santriwati Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong nampak antusias. Di ujung kegiatan, peserta diminta membuat tulisan pendek sesuai kaidah jurnalistik. Tulisan lantas dievaluasi bersama untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami materi.
“Kenapa menulis itu penting? Dengan menulis perkembangan peradaban manusia akan terkawal secara utuh berkesinambungan. Selain itu, untuk merangsang pemikiran dan memunculkan ide. Jadi menulis tidak sekedar memproses dan menyampaikan informasi,” kata pemateri memberikan motivasi.

Pembina OSIS Putra SMA Zainul Hasan I Genggong, Gus Lukman Qoyyiduddin Hasanul Bolqiah menyebut, pelatihan jurnalistik digelar untuk menjawab tantangan zaman. Menurutnya, remaja milenial jika tak dibekali kemampuan jurnalistik dan skill menulis, maka akan terlindas zaman.
“Dengan pelatihan jurnalistik, bisa membuat kelompok milenial seperti mereka (siswa-siswi, red) paham mana berita hoaks dan mana berita yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, ini bentuk kepekaan terhadap perkembangan zaman,” tuturnya.
Pelatihan jurnalistik di kalangan pelajar, lanjut pria yang akrab dipanggil Gus Bos ini, tak berarti semua siswa – siswi SMA Zainil Hasan I Genggong diajak untuk menjadi jurnalis profesional.
“Dengan kemampuan menulis, adik-adik ini bisa beraktualisasi diri. Paling tidak mereka bisa membuat berita ketika ada kegiatan-kegiatan di sekolah yang dikemas dalam bentuk buletin atau kalau bisa majalah,” pungkas Gus Bos. (*)
Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT