Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Religi & Pesantren · 21 Jan 2020 08:16 WIB

Bingung Berakhir Pekan? Yukh Gabung Ngaji Tani di Genggong


					Bingung Berakhir Pekan? Yukh Gabung Ngaji Tani di Genggong Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Ribuan santri, pakar pertanian dan petani akan ‘ngaji’ bareng di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Probolinggo, akhir pekan ini, Sabtu – Minggu (25-26/1/2020).

Inisiator Ngaji Tani Akbar dan Musyawarah Nasional Santri Tani Nusantara, Gus dr. Moh. Harris Damanhuri Romly mengatakan, Ngaji Tani ini digelar untuk membuka wawasan, peluang dan harapan baru bagi kaum tani, kelompok tani, praktisi lapangan, dan pondok pesantren sebagai pusat kajian dan tranformasi ilmu pengetahuan sosial keagamaan.

“Sehingga ada peningkatan sumber daya lokal di bidang pertanian, peternakan, perhutanan dan perkebunan. Selain itu, untuk meningkatkan silaturrohim antara petani dan pakar pertanian dengan dunia pesantren,” terang Gus Harris, begitu ia disapa.

Ngaji Tani, sambung Gus Harris, terbagi dalam empat sesi. Sesi pertama berupa Ngaji Tani Akbar dalam format diskusi panel, kemudian sesi kedua merupakan Musyawarah Nasional Santri Tani Nusantara (Munas STN).

“Juga ada Ngaji Sholawat Muhammad dan Muktamar Kopi Pesantren,” tutur salah satu Pengasuh Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong ini.

Woro-woro Ngaji Tani yang diselenggarakan oleh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. (ist).

Dikatakan Gus Harris, kaum ‘alim’ pertanian dengan pesantren sebagai benteng pertahanan umat dapat berkolaborasi untuk melakukan pemberdayaan pertanian sebagai ibadah sosial. Pesantren, menurutnya, harus bisa bicara tentang kitab tani dan kitab koperasi atau jamaah produksi dari perspektif nilai-nilai agama.

“Pesantren harus didesain untuk kemajuan umat dalam mengisi kekosongan model pendekatan bertani hari ini. Munas ini sebagai forum bahsul masail, urun rembuk bab pertanian terpadu serta melakukan ijtihad, mencari formulasi terbaik model bertani kekinian sebagai manhaj bertaninya kaum santri tani nusantara” paparnya.

Selain Kementerian, pakar pertanian, gapoktan, petani dan pesantren, imbuh Gus Harris, Ngaji Tani perdana ini juga akan melibatkan kelompok peternakan, tani hutan dan mahasiswa. “Juga organisasi kepemudaan dan masyarakat umum,” ia menjelaskan. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

NU Lumajang Beberkan Lima Keistimewaan yang Perlu Diketahui Saat Bulan Ramadhan

6 Maret 2025 - 11:54 WIB

Tentukan Awal Ramadhan, NU Kota Probolinggo Tunggu Sidang Isbat

26 Februari 2025 - 09:28 WIB

Perluas Dakwah, NU Krejengan Probolinggo Gelar Pelatihan Digital

10 Februari 2025 - 15:43 WIB

Mengenal Sofia, Aktivis asal Leces yang Kini Menakhodai Fatayat NU Kabupaten Probolinggo

27 Januari 2025 - 13:04 WIB

Kreatif! Ponpes Azidan Barokatu Zainil Hasan Gelar Lomba Kreasi Tumpeng Sambut Hari Ibu

16 Desember 2024 - 19:43 WIB

Era Baru NU Kota Probolinggo Dimulai, Tiga Pilar jadi Spirit Gerakan

27 Oktober 2024 - 19:22 WIB

MUI Kab. Probolinggo Sebut Agen Zionisme Berkeliaran, Warga Diminta Waspada

29 Juli 2024 - 19:33 WIB

Ratusan Jamaah Haji Kota Probolinggo Tiba, Pj. Walikota Beri Pesan Begini

4 Juli 2024 - 13:06 WIB

Trending di Religi & Pesantren