Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Gaya Hidup · 25 Jan 2020 16:57 WIB

Muktamar Kopi Pesantren, Layaknya Cinta Dalam Kehidupan


					Muktamar Kopi Pesantren, Layaknya Cinta Dalam Kehidupan Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Probolinggo, menggelar ‘Muktamar Kopi Pesantren’, Sabtu (25/1/2020) malam. Muktamar ini digelar untuk memberdayakan pesantren dan petani kopi dalam satu rumpun pemikiran.

Inisiator Muktamar Kopi Pesantren, Gus dr Moh. Harris Damanhuri Romly menyebut, mulanya urun rembug kopi yang digelar di halaman P5, akan digelar dengan konsep festival. Namun, tuturnya, konsep dirubah agar warga dan penikmat kopi tidak bosan.

“Namun karena festival kopi kerap digelar, akhirnya kami rubah konsepnya menjadi muktamar kopi. Muktamar kopi ini merupakan yang pertama di Probolinggo,” kata Gus Harris.

Mengubah konsep yang mulanya akan dibentuk festival sehingga menjadi muktamar, menurut Gus Haris, agar masyarakat yang hadir tidak muluk-muluk hanya datang merasakan kopi, lalu pulang ke rumahnya.

“Kalau dibentuk muktamar, perbincangan yang berkaitan dengan kopi yang saat ini sudah banyak diminati semua kalangan. Dari bincang santai ini, diharapkan bisa ada manfaatnya yang didapat, baik oleh pecinta kopi atau petani kopi,” tuturnya.

Tujuan digelarnya Muktamar Kopi, sambung Gus Harris, karena saat ini kopi menjadi salah satu komoditas paling diburu. Selain itu, juga sangat bagus untuk kesehatan, sehingga hal ini perlu untuk diketahui oleh masyarakat.

“Salah satu manfaat mengkonsumsi kopi secara baik, bisa mengurangi diabetes, dengan kandungan anti-oksidan dan kafeinnya. Kopi layaknya cinta, yang sangat dibutuhkan dalam hidup,” ucap Gus Harris.

Salah satu penikmat kopi, Wahid Nurrahman, menyebut kondisi kopi kini sangat jauh berbeda dengan kopi masa lampau. Kopi dahulu, tuturnya, hanya dijadikan minuman untuk menghilangkan rasa kantuk.

“Kalau sekarang, sangat digemari berbagai kalangan. Hal itu terlihat ketika ada kegiatan, muda-mudi yang merasa tidak lengkap tanpa ada kopi, apalagi bagi mereka yang suka berdiskusi” tutur anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ini.

Maka dari itu, sambungnya, saat ini ia merintis kerjasama dengan petani kopi. Tujuanya, agar kopi yang dihasilkan petani di Kabupaten Probolinggo lebih berkualitas dan dilirik dunia luar.

“Ada dua gunung di Kabupaten Probolinggo yang berpotensi ditanami kopi, yakni lereng Gunung Argopuro dan Gunung Bromo atau wilayah tengger. Sejauh ini, sudah ada sekitar 4000 hektar laham yang ditanami kopi,” tutupnya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga

3 April 2025 - 18:17 WIB

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Trending di Pemerintahan