Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Religi & Pesantren · 26 Jan 2020 08:34 WIB

Ngaji Tani Akbar Lahirkan SANTANU, Ini Rekomendasinya


					Ngaji Tani Akbar Lahirkan SANTANU, Ini Rekomendasinya Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Ngaji Tani Akbar dan Musyawarah Nasional Santri Tani Nusantara (Munas STN) yang digelar di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Probolinggo, melahirkan wadah baru di sektor pertanian. Selain itu, tiga rekomendasi dihasilkan sebelum ‘ngaji pertanian’ ditutup, Minggu (26/1/2020).

Ketua Panitia Ngaji Tani Akbar dan Munas STN, Durrul Izza Al Fatawi menyebut, wadah baru di sektor pertanian pesantren terbentuk setelah 10 delegasi dari berbagai elemen sepakat mendeklarasikan pembentukan ‘Santri Tani Nusantara’ atau SANTANU.

“Jadi sedikitnya sepuluh perwakilan, diantaranya dari pondok pesantren, akademisi, pemangku kebijakan, petani hingga wartawan sepakat deklarasi membentuk Santri Tani Nusantara, disingkat SANTANU,” terang Izza.

Suasana Ngaji Tani Akbar yang digelar di Gor Damanhuri Romly Pesantren Genggong. (Foto : Moh. Rochim)

Santri Tani Nusantara ini, menurut Izza, bentuknya presidum sehingga dalam munas tersebut tidak disertai pemilihan ketua dan sekretaris. “Nanti ada tim formatur yang akan memilih ketua dan sekretaris,” paparnya.

Meski masih seumur jagung, namun jelas Izza, sudah ada tiga rekomendasi yang telah dihasilkan SANTANU. Rekomendasi pertama soal ngaji tani, berupa edukasi ilmu pertanian. Kedua, pesantren pertanian berupa pemberdayaan pesantren di bidang pertanian.

“Ketiga jamaah produksi, yakni korporasi di bidang pertanian, semisal pendirian bank tani, pengelolaan pusat pembibitan dan sejenisnya. Rekomendasi ini nanti akan kita bawa ke kementerian terkait,” paparnya.

Inisiator Ngaji Tani Akbar dan Munas STN, Gus dr. Moh. Harris Damanhuri Romly menegaskan, Ngaji Tani sejatinya memang digelar untuk membuka wawasan, peluang dan harapan baru bagi kaum tani, praktisi lapangan, dan pondok pesantren sebagai pusat kajian serta tranformasi ilmu pengetahuan sosial keagamaan.

“Sehingga ada peningkatan sumber daya lokal di bidang pertanian, peternakan, perhutanan dan perkebunan. Selain itu, untuk meningkatkan silaturrohim antara petani dan pakar pertanian dengan dunia pesantren,” terang Gus Harris, begitu ia disapa.

Dikatakan Gus Harris, kaum ‘alim’ pertanian dengan pesantren sebagai benteng pertahanan umat dapat berkolabirasi untuk melakukan pemberdayaan pertanian sebagai ibadah sosial. Pesantren, menurutnya, harus bisa bicara tentang kitab tani dan kitab koperasi atau jamaah produksi dari perspektif nilai-nilai agama.

“Pesantren harus didesain untuk kemajuan umat dalam mengisi kekosongan model pendekatan bertani hari ini. Munas ini sebagai forum bahsul masail, urun rembuk bab pertanian terpadu serta melakukan ijtihad, mencari formulasi terbaik model bertani kekinian sebagai manhaj bertaninya kaum santri tani nusantara” ia menjelaskan. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

NU Lumajang Beberkan Lima Keistimewaan yang Perlu Diketahui Saat Bulan Ramadhan

6 Maret 2025 - 11:54 WIB

Tentukan Awal Ramadhan, NU Kota Probolinggo Tunggu Sidang Isbat

26 Februari 2025 - 09:28 WIB

Perluas Dakwah, NU Krejengan Probolinggo Gelar Pelatihan Digital

10 Februari 2025 - 15:43 WIB

Mengenal Sofia, Aktivis asal Leces yang Kini Menakhodai Fatayat NU Kabupaten Probolinggo

27 Januari 2025 - 13:04 WIB

Kreatif! Ponpes Azidan Barokatu Zainil Hasan Gelar Lomba Kreasi Tumpeng Sambut Hari Ibu

16 Desember 2024 - 19:43 WIB

Era Baru NU Kota Probolinggo Dimulai, Tiga Pilar jadi Spirit Gerakan

27 Oktober 2024 - 19:22 WIB

MUI Kab. Probolinggo Sebut Agen Zionisme Berkeliaran, Warga Diminta Waspada

29 Juli 2024 - 19:33 WIB

Ratusan Jamaah Haji Kota Probolinggo Tiba, Pj. Walikota Beri Pesan Begini

4 Juli 2024 - 13:06 WIB

Trending di Religi & Pesantren