Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Internasional · 31 Jan 2020 11:25 WIB

Virus Corona Meresahkan, Ini Kata Wali Kota


					Virus Corona Meresahkan, Ini Kata Wali Kota Perbesar

KANIGARAN-PANTURA7.com, Sebaran virus corona yang awalnya muncul di Kota Wuhan, Cina, menimbulkan keresahan masyarakat. Di Kota Probolinggo pun, keresahan serupa terjadi, khususnya bagi keluarga mahasiswa dan tenaga kerja indonesia (TKI) yang berada di Cina.

Bahkan, keluarga mahasiswa dan TKI di Cina mengaku trauma, karena virus tersebut membuat anggota keluarganya terisolasi. Dari ribuan warga Indonesian yang berada di Cina, hanya sedikit orang berhasil pulang ke kampung halamannya.

“Sebagai orang tua yang anaknya kuliah di Cina, saya masih trauma. Untung saja putri saya berhasil pulang meski dengan biaya mandiri,” kata Muhammad Erji, ayah dari mahasiswi Fuzhou Cina, Virliana Yuniar (20).

Sebelum berhasil pulang ke tanah air, sambung warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan itu, putrinya sempat terkurung dan mulai kehabisan bekal makanan. Sementara akses ke ruang publik dibatasi oleh pemerintah Cina.

“Ya terpaksa saya cari uang untuk dikirimkan ke anak saya. Alhamdulillah akhirnya putri saya bisa pulang,” ia menjelaskan.

Menanggapi virus corona yang menimbulkan keresahan, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolingo pun turun tangan. Bakan Wali Kota Habin Hadi Zainal Abidin memberikan intruksi khusus kepada organisasi perangkat daerah (OPD) jajarannya.

“Supaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pola hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh agar tidak terinfeksi virus yang berasal dari Kota Wuhan itu,” papar Wali Kota.

Virus tersebut, imbuh Wali Kota, saat ini telah menyebar ke beberapa negara. “Walaupun pernyataan resmi dari Menteri Kesehatan bahwa di Indonesia belum ditemukan kasus tersebut, kita tetap harus waspada dan sia serta terus berhati-hati,” pintanya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan