Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Internasional · 1 Feb 2020 10:45 WIB

Belasan Santri Genggong Masih di Cina, Non Alex; Kami Do’akan Mereka


					Belasan Santri Genggong Masih di Cina, Non Alex; Kami Do’akan Mereka Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Virus korona yang mewabah di Cina, membuat sedikitnya 14 santri Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Pajarakan, Probolinggo, terkurung di negeri tirai bambu tersebut. Mereka tidak leluasa beraktifitas karena ada pembatasan akses oleh pemeritah Cina.

Menanggapi hal itu, salah satu Pengasuh PZH Genggong, KH. Moh. Hasan Hassan Malik mengaku khawatir. Sebab menurutnya, virus korona saat ini menjadi pembahasan dan sangat ditakuti oleh masyarakat di dunia.

“Namanya juga anak didik, pasti khawatir ketika mendengar itu. Seketika kami langsung mencari informasi menghubungi para wali santri, untuk mengetahui kabar para alumni yang lanjut studi di sana (Cina, red),” kata Non Alex, panggilan akrabnya.

Ia berharap, para alumni PZH Genggong yang kini masih berada di negeri tirai bambu dijaga dan senantiasa dalam lingdungan Allah SWT. Selain itu, Non Alex meminta kepada para alumni untuk tidak lepas berdo’a dan bertawassul.

“Yang lebih penting, semoga mereka semua tidak terjangkit virus. Minta do’a kepada orang tua dan juga gurunya. Kami hanya bisa lakukan ini, karena posisi kita di Indonesia dan mereka di Cina,” tutur kiai yang juga Kepala Kominfo PZH Genggong ini.

Alumni tertua mahasiswa PZH Genggong di Cina, Febri Halim Cahyadi mengatakan, sejatinya ada 17 alumni Genggong yang menimba ilmu di Cina. Namun tiga orang berhasil pulang ke kampung halamannya beberapa hari yang lalu.

Dikatakan Febri, kondisinya dan belasan alumni lain masih belum bisa beraktifitas seperti hari-hari sebelumnya. Pembatasan akses oleh pemerintah Cina membuat jangkauan ke dunia luar tertutup, kecuali sifatnya sangat mendesak.

“Sehari-hari kebanyakan kami habiskan berdiam di dalam kamar, sejak virus corona menyerang,” tutur Febri. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 124 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

NU Lumajang Beberkan Lima Keistimewaan yang Perlu Diketahui Saat Bulan Ramadhan

6 Maret 2025 - 11:54 WIB

Tentukan Awal Ramadhan, NU Kota Probolinggo Tunggu Sidang Isbat

26 Februari 2025 - 09:28 WIB

Perluas Dakwah, NU Krejengan Probolinggo Gelar Pelatihan Digital

10 Februari 2025 - 15:43 WIB

Mengenal Sofia, Aktivis asal Leces yang Kini Menakhodai Fatayat NU Kabupaten Probolinggo

27 Januari 2025 - 13:04 WIB

Kreatif! Ponpes Azidan Barokatu Zainil Hasan Gelar Lomba Kreasi Tumpeng Sambut Hari Ibu

16 Desember 2024 - 19:43 WIB

Era Baru NU Kota Probolinggo Dimulai, Tiga Pilar jadi Spirit Gerakan

27 Oktober 2024 - 19:22 WIB

Bromo Marathon Diikuti 1.600 Pelari dari 22 Negara

1 September 2024 - 13:50 WIB

MUI Kab. Probolinggo Sebut Agen Zionisme Berkeliaran, Warga Diminta Waspada

29 Juli 2024 - 19:33 WIB

Trending di Religi & Pesantren