Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Wisata · 22 Feb 2020 12:47 WIB

Air Terjun Purba Tirai Bidadari, Gugusan Stalaktit Nan Eksotis


					Air Terjun Purba Tirai Bidadari, Gugusan Stalaktit Nan Eksotis Perbesar

TIRIS-PANTURA7.com, Kabupaten Probolinggo menyimpan potensi wisata alam yang seakan tidak pernah habis. Mulai dari wisata bahari sampai panorama alam pegunungan, sama-sama memiliki pesona yang menakjubkan.

Pasca temuan destinasi fenomenal berupa air terjun Jaran Goyang dan Kalipedati di Kecamatan Krucil pada tahun 2019 lalu, kini ada satu spot wisata air terjun yang nampaknya akan menjadi salah satu spot wisata andalan di Kabupaten Probolinggo.

Air Terjun Purba Tirai Bidadari mungkin belum banyak diketahui orang, bahkan sampai saat ini namanya saja jarang didengar. Hal ini tak mengherankan, pasalnya air terjun yang sejatinya berada di wilayah adminsitratif Desa Ranugedang Kecamatan Tiris ini sangat tersembunyi dan relatif sulit untuk di akses.

Namun berbeda jika dilalui dari Desa Jangkang yang memiliki jalur yang lebih mudah dilalui, tepatnya pada Dusun Lalangan RT 01 RW 01. Spot air terjun purba hanya berjarak tiga kilometer, setengah jalurnya harus ditempuh dengan jalan kaki melalui areal perkebunan masyarakat dan hutan bambu seluas setengah hektar.

Selama ini, satu-satunya cara untuk menikmati keindahan tersembunyi dan terasing ini adalah dengan memanfaatkan layanan wisata arung jeram yang berada di Desa Ranugedang. Air terjun ini juga menjadi spot favorit bagi penggemar olahraga air deras ini.

Bahkan mereka juga sering menyebut sebagai Green Canyon Probolinggo, karena memang sepanjang aliran sungai ini berwarna kehijauan dan berhias ngarai tebing terjal dan berukir-ukir.

Menariknya air terjun yang mengucur pada permukaan air sungai ini terbentuk dari 16 titik mata air yang berada pada puncak tebing. Aliran deras airnya menembus tebing kemudian membentuk gugusan stalaktit dengan ukuran yang bervariasi sehingga menyerupai lorong panjang mirip goa.

Belum ada penelitian tentang perkiraan usia stalaktit ini, namun melihat ukuran dan panjangnya yang hampir menyentuh permukaan sungai diperkirakan proses alamiah ini telah berlangsung sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

Sebelumnya, nama Air Terjun Pelangi dan Goa Kelelawar juga sempat disematkan pada kawasan tersebut. Pasalnya kawasan ini juga menyimpan fenomena alam lain, yakni penampakan bias-bias pelangi yang bisa dilihat pada setiap pagi dan sore hari ketika matahari sedang bersinar terang.

Tidak hanya itu saja, lorong stalaktit yang mirip goa ini ternyata juga dihuni ribuan kelelawar yang terlihat aktif keluar masuk goa. Bagi petualang dan pemburu keindahan fenomena alam, tentu menjelajahi spot wisata semacam ini akan menjadi agenda wajib.

Agar lebih representatif, perbaikan dan pelebaran jalur pun dilakukan, penyiapan lahan parkir kendaraan juga telah dilakukan secara swadaya dan gotong royong. Salah satu inisitornya adalah Wahid Nurahman, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo.

“Sangat disayangkan jika keindahan fenomena alam yang langka ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan terbatas. Menurut kami ini sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut,” kata Wahid Nurahman, Sabtu (23/02/2020).

Keindahan panorama air terjun Tirai Bidadari, jelas Wahid, sangat pas jika dinikmati dari spot pandang di Desa Jangkang. “Dari situ pengunjung dapat leluasa melihat keluar masuknya kelelawar serta menikmati pesona pelangi yang membias diantara derasnya air terjun pada tebing stalaktit itu,” paparnya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

4 April 2025 - 21:19 WIB

Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

4 April 2025 - 13:39 WIB

Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga

3 April 2025 - 20:02 WIB

Libur Lebaran, Jasa Penitipan Kucing di Kota Probolinggo Laris Manis

2 April 2025 - 13:04 WIB

Empat Keistimewaan The Bentar Beach, yang Wajib Dinikmati saat Libur Panjang Lebaran

2 April 2025 - 12:55 WIB

Liburan di Kali Pinusan Pilihan Tepat Bersantai Bersama Keluarga

2 April 2025 - 12:35 WIB

Nyepi hingga Idul Fitri, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ditutup

30 Maret 2025 - 15:09 WIB

Wisata Bromo Diminta Tetap Buka Saat Idul Fitri, Gus Haris Turun Tangan

27 Maret 2025 - 03:47 WIB

Hari Ini Dibuka, Istilahnya Bukan Lagi Grojogan Sewu, tapi Tumpak Sewu yang Dikenal Mancanegara

14 Maret 2025 - 12:26 WIB

Trending di Wisata