Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Kesehatan · 16 Mar 2020 08:53 WIB

Pastikan Masker dan Handsanitizer Langka, Wabup Timbul Sidak Apotik-Swalayan


					Pastikan Masker dan Handsanitizer Langka, Wabup Timbul Sidak Apotik-Swalayan Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Senin (16/3/2020) siang. Sidak langsung dipimpin oleh Wakil Bupati Probolinggo A. Timbul Prihanjoko.

Sidak kali ini, Wabup Timbul yang didampingi oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Forkopimda untuk mengecek ketersediaan masker.

Terdapat 3 tempat yang menjadi sasaran sidak, yakni apotik sehat di Rumas Sakit Graha Sehat, Apotik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan serta swalayan Diva di Kelurahan Kraksaan Wetan.

Saat ditemui di lokasi, Wabup Timbul Prihanjoko menyebutkan, ketersediaan masker di Kabupaten Probolinggo memang sudah cukup lama tidak ada. Bahkan menurutnya, bukan hanya masker, akan tetapi handsanitizer juga langka.

“Setelah saya kunjungi 3 tempat jawabannya sama semuanya, yaitu masker dan sanitizer tidak ada. Toh, meskipun ada stok masker, tapi mereka tidak berani mengambil, karena harganya cukup mahal,” kata Wabup Timbul.

Terkait kekosongan stok komoditas medis ini, Wabup dua periode ini mengatakan, akan mencarikan solusi sementara. Akan tetapi menurutnya, suplai masker bukan wewenangnya melainkan dari distributornya sendiri.

“Selama 3 hari terakhir kami juga sudah sering kali berkoordinasi. Adanya sidak ini juga merupakan langkah upaya dari pihak Pemerintah sebagai antisipasi,” jelas pria asal Kecamatan Maron ini.

Sementara itu, Manager Umum dan SDM RS Graha Sehat, Andreas mengatakan, sebenernya pihaknya memiliki total 250 atau 5 boks masker, yang masing-masing boks berisi 50 masker. Akan tetapi masker tersebut tidak untuk dijual.

“Masker tersebut kita gunakan untuk tenaga medis maupun non medis yang membutuhkan. Kalau untuk diperjualbelikan itu tidak ada, sejak satu atau dua bulan yang lalu,” tutur Andreas ditemui di Apotek Sehat.

Sulitnya masker, menurut Andreas, juga lantaran harganya yang melambung hingga bisa 100 kali lipat dari harga awal hanya Rp. 19.500, namun saat ini mencapai harga Rp. 200 hingga Rp. 250 ribu.

“Memang sudah tidak kami jual, karena stok maskernya tidak ada. Sebenarnya bukan hanya masker saja, handsanitizer juga ikutan langka,” tutur mantan Humas RS Graha Sehat ini. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Trending di Pemerintahan