Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Kesehatan · 26 Mar 2020 08:06 WIB

Masker dan Hand Sanitizer Langka, Rutan Kraksaan Andalkan Desinfektan


					Masker dan Hand Sanitizer Langka, Rutan Kraksaan Andalkan Desinfektan Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Merebaknya virus corona atau Covid-19, membuat Rumah Tahanan (Rutan) kelas 2B di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, kelabakan. Pasalnya, masker dan hand sanitizer yang akan diberikan kepada warga binaan maupun pengunjung sulit didapatkan.

Padahal, warga binaan di Rutan Kraksaan jumlahnya mencapai 453 orang. Alhasil, untuk mencegah penularan virus corona di kawasan di sekitar warga binaan, pihak rutan hanya mengandalkan cairan desinfektan.

Kepala Rutan Kelas 2B Kraksaan, Muhammad Kafi mengatakan, akibat kelangaan masker dan hand sanitizer, warga binaan terpaksa menggunakan cara sederhana untuk menjaga kesehatannya. Yaitu rutin menggunakan sabun yang disediakan Rutan.

“Total ada 453 warga binaan, dimana setiap kamar dihuni 60 sampai 70 orang. Kami masih belum mendapatkan hand sanitizer dan masker, meski sudah pesan dengan harga mahal, tapi belum dapat juga,” kata Kafi, Kamis (26/3/2020).

Langkah awal agar lingkungan dan warga binaan tetap bersih, sambung Kafi, pihaknya melakukan penyemprotan desinfektan di kamar-kamar para penghuni rutan. Penyemprotan dilakukan secara berkala oleh petugas.

“Jadi solusi awal ya, hanya menyemprotkan desinfektan saja di kamar warga binaan. Sebab masker ataupun hand sanitizer, kami tidak ada stok. Petugas saja, banyak yang tidak memakainya,” jelas dia.

Selain penyemprotan desinfektan, lanjut pria asal Pamekasan Madura ini, ikhtiyar batin juga dilakukan melalui doa. Langkah ini, imbuh dia, bukan berarti pihak rutan tidak mau mengindahkan aturan pemerintah.

“Sudah tidak ada lagi yang bisa kami lakukan. Makanya saya perintahkan setiap selesai sholat Maghrib, membaca istighosah bersama. Karena alat-alat kesehatan lain selain desinfektan, kami tidak ada,” tutur Kafi. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Trending di Lingkungan