Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Nasional · 27 Mar 2020 06:47 WIB

Imbas Corona, Pesantren Genggong Pulangkan Santri Lebih Awal


					Imbas Corona, Pesantren Genggong Pulangkan Santri Lebih Awal Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Dampak wabah virus corona atau Covid -19 kian meluas. Akibat sebaran virus ini, Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terpaksa memulangan ribuan santrinya lebih awal.

Pemulangan santri putra putri PZH Genggong diketahui melalui surat amanah nomor 0611/I.01-PZH/SE-4/III/2020 yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh PZH Genggong, KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah dan Kepala Biro Kepesantrenan, dr. Gus Muhammad Haris.

Jadwal pemulangan untuk santri putri berlaku pada Sabtu (28/3/2020) dan kembali ke Pesantren pada Senin (1/6/2020). Sedangkan santri putra dipulangkan pada Minggu (29/3/2020) dan kembali ke pesantren pada Selasa (2/6/2020).

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menjelaskan, kebijakan untuk meliburkan dan memulangkan santri lebih awal diputuskan dalam rapat bersama segenap pengasuh dan kepala lembaga, pada Kamis (26/03/2020) malam.

“Keputusan ini sebagai salah satu langkah pesantren dalam mengantisipasi merebaknya Covid-19. Jadi saya putuskan mulai Sabtu 28 Maret, santri putri diperbolehkan pulang dan hari Minggu giliran santri putra” tutur Kiai Mutawakkil, Jum’at (27/3/2020).

Dalam proses pemulangan santri, Kiai Mutawakkil meminta agar pengurus atau koordinator pemulangan mengikuti protokol kesehatan yang sebelumnya sudah ditentukan. Diantaranya mengenakan masker, hand sanitizer dan saling menjaga jarak.

“Titik pemjemputan juga ditentukan berdasarkan zonasi. Hal ini untuk menghindari menumpuknya wali santri yang hendak menjemput putra dan putrinya, sehingga keamanan tetap terjaga,” jelas Kiai Mutawakkil.

Sebelum memulangkan santrinya lebih awal, salah satu pesantren terbesar di Indonesia ini juga telah menerapkan lockdown di lingkungan pesantren. Bahkan proses imtihan yang sejatinya akan di gelar pada April 2020, ditunda hingga batas waktu yang tak ditentukan. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

Hari ke-6 Ramadhan, Harga Komoditas Cabai Turun, Namun Masih Dikeluhkan

6 Maret 2025 - 14:56 WIB

NU Lumajang Beberkan Lima Keistimewaan yang Perlu Diketahui Saat Bulan Ramadhan

6 Maret 2025 - 11:54 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Tentukan Awal Ramadhan, NU Kota Probolinggo Tunggu Sidang Isbat

26 Februari 2025 - 09:28 WIB

Demo ‘Indonesia Gelap’ di Jember, Mahasiswa Tolak Efisiensi Anggaran

21 Februari 2025 - 20:06 WIB

Catat! Serangan Digital pada Perusahaan Media Siber Merupakan Bentuk Kekerasan terhadap Pers

21 Februari 2025 - 13:08 WIB

Gus Haris – Ra Fahmi Gladi Kotor di Monas Jelang Pelantikan

18 Februari 2025 - 15:42 WIB

Baru Sehari Uji Coba, Program MBG di Kota Probolinggo Dihentikan

18 Februari 2025 - 13:54 WIB

Trending di Nasional