Menu

Mode Gelap
Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

Kesehatan · 6 Apr 2020 11:22 WIB

ODP Corona di Besuk Meninggal Sepulangnya dari Bali


					ODP Corona di Besuk Meninggal Sepulangnya dari Bali Perbesar

BESUK-PANTURA7.com, Seorang warga Kabupaten Probolinggo yang bestatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 meninggal dunia sepulangnya dari Bali. Ia adalah FA (20) warga Dusun Kembangan, Desa Jambangan, Kecamatan Besuk.

Sebelum meninggal AF sempat menjalani perawatan medis di RS Graha Sehat Kraksaan, sejak Minggu (5/4/2020) pagi karena mengalami sesak nafas, mual dan pusing. Karena kondisinya memburuk, pada pukul 15.30 Wib, FA dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan ditempatkan di ruang isolasi.

Namun pada Senin (6/4/2020) sekitar pukul 5.30 Wib, nyawa remaja perempuan itu tak tertolong. Lantaran FA berstatus ODP, maka tim medis menerapkan standart infeksius yakni standart penanganan yang dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular terhadap jasad FA.

“Kami menggunakan standart infeksius, sejak penanganan, proses pemulangan jasad korban ke rumah duka hingga pemakaman,” kata Jubir Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Joelianto.

Status ODP disematkan kepada FA karena ia baru saja pulang dari kawasan episentrum penyebaran virus corona, yakni Denpasar Bali. Diketahui, FA bekerja sebagai Cleaning Service (CS) di Bandara Ngurah Rai Denpasar dan pulang ke kampung halamannya pada 21 Maret 2020 lalu.

“Karena berstatus ODP, maka kami tidak ingin kecolongan sehingga kami terapkan protokoler kesehatan sebagaimana biasanya. Petugas wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). Korban ini bisa saja positif corona, bisa juga tidak,” jelas dr. Anang.

Selama proses pemakaman, pihak keluarga maupun tetangga sekitar hanya melihat dari kejauhan. Tim Medis dari Puskemas Besuk, kemudian melakukan penyempotan disinfektan di rumah duka begitu proses pemakaman selesai.

Untuk mengetahui FA terinfeksi virus corona atau tidak, Tim Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, masih akan menunggu hasil SWAB dari Laboratorium RS Universitas Airlangga Surabaya.

“Secara teori, pemeriksaan SWAB sehari sudah selesai. Namun dengan kondisi saat ini, hasil SWAB baru bisa diketahui satu minggu lagi, atau bahkan lebih,” kata dr Anang. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Trending di Pemerintahan