Menu

Mode Gelap
Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

Kesehatan · 8 Apr 2020 00:16 WIB

Atasi Covid-19, Pemkot Probolinggo Tambah Anggaran Jadi Rp57 Miliar


					Atasi Covid-19, Pemkot Probolinggo Tambah Anggaran Jadi Rp57 Miliar Perbesar

KANIGARAN-PANTURA7.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menambah anggaran untuk biaya pencegahan dan penanganan Covid-19 atau virus corona. Setelah menggelontorkan dana awal Rp28,3 miliar, dana segar kembali disiapkan sehingga jumlah total menjadi Rp57 miliar.

Anggaran Rp28,3 miliar yang berasal dari pergeseran belanja tidak terduga (BTT) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diperuntukkan bagi Dinas Kesehatan senilai Rp18,4 miliar dan RSUD dr Mohamad Saleh sejumlah Rp9,8 miliar.

Anggaran sebesar Rp28,3 miliar ini ditetapkan dalam Perwali 32 tahun 2020 tanggal 2 April 2020 tentang perubahan kedua atas perwali 235 tahun 2019 tentang Penjabaran APBD TA 2020.

Selanjutnya, Pemkot Probolinggo juga akan menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT) dari dua OPD, Dinas Kesehatan (Dinkes) sebesar Rp919 juta dan RSUD dr Mohamad Saleh senilai Rp150 juta, sehingga totalnya senilai Rp1,069 miliar.

Penggunaan BTT ini berdasarkan pada Perwali 15 tahun 2020 tentang tata cara pemberian dan pertanggungjawaban BTT untuk tanggap darurat dalam rangka penanggulangan bencana non alam dan percepatan penanganan Covid-19.

“Sesuai dengan instruksi Presiden dan Mendagri, Pemkot Probolinggo juga refocusing kegiatan 26 OPD yang akan dialihkan untuk BTT. Total dananya mencapai lebih dari Rp57 miliar,” kata Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin dalam video connference, Selasa (7/4/2020) petang.

Anggaran sebesar itu, menurut Wali Kota, tidak hanya akan digunakan untuk pencegahan dan penanganan. “Bukan masalah pencegahan saja tapi ada masalah sosial, ada dampak ekonomi yang juga menjadi perhatian,” jelas dia.

Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), imbuh Wali Kota, pihaknya menyiapkan tenaga medis di RSUD dr Mohamad Saleh sebanyak 14 orang dokter spesialis, 8 orang dokter umum dan 23 orang paramedis. Total jumlah SDM di bidang medis sebanyak 45 orang.

“Sedangkan di Dinkes ada 12 dokter umum, 12 orang paramedis dan 87 surveilans, total ada 111 orang,” papar Wali Kota. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Trending di Pemerintahan