Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Kesehatan · 16 Apr 2020 12:50 WIB

Pasien Enggan Isolasi, Penderita Covid-19 di Probolinggo Kini Jadi 15 Orang


					Pasien Enggan Isolasi, Penderita Covid-19 di Probolinggo Kini Jadi 15 Orang Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Warga Kabupaten Probolinggo yang terjangkit Covid-19 terus bertambah. Kini, total jumlah warga yang terjangkit virus corona sudah mencapai 15 orang.

Berdasarkan peta sebaran Covid-19 terbaru pada Jum’at (16/4/2020) malam, menyatakan ada 15 warga sudah positif terjangkit virus corona. Jumlah ini bertambah 4 orang, dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya sejumlah 11 orang.

Empat orang pasien baru itu berasal dari dua desa, yaitu dari Desa Bayeman Kecamatan Tongas sebanyak 3 orang, dan 1 orang lainnya berasal dari Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton.

Dengan demikian, maka di Desa Bayeman saja, total ada 4 orang yang terinfeksi virus corona. Sementara di Desa Jabung Sisir, total jumlah penderitanya mencapai 8 orang. Terbanyak dibandingkan kawasan lainnya.

Selain data warga Kabupaten Probolinggo positif Covid-19 bertambah, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga membengkak menjadi 19 orang, padahal sebelumnya 17 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga ikut bertambah, yakni 322 orang dari sebelumnya 317 orang.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19, Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kian bertambahnya jumlah warga positif Covid-19 ini. Ia menyebut, pangkal penularannya lantaran pelatihan bimbingan haji, yang mereka ikuti sebelumnya.

“Pelatihan (Haji, red) itu merupakan sumber masalahnya. Kami sempat mengantisipasi dengan melakukan rapid test yang awalnya negatif, lalu kami minta yang bersangkutan untuk isolasi mandiri,” kata dr. Anang.

Ternyata, lanjut dr. Anang, anjuran untuk melakukan Isolasi mandiri tidak dilakukan dengan baik dan mereka memilih untuk beraktivitas dan berkomunikasi dengan keluarga terdekat. Alhasil, anggota keluarganya juga tertular.

“Padahal isolasi mandiri itu perlu dilakukan dengan maksimal. Kemungkinannya, karena mereka merasa sehat dan tanpa gejala. Selanjutnya, kami akan lakukan rapid test dan swab orang-orang yang sudah pernah kontak dengan pasien positif ini,” jelas dr. Anang. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Trending di Pemerintahan