Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Berita Pantura · 28 Apr 2020 15:39 WIB

Wow! Ubur-ubur ‘Menyerbu’ PLTU Paiton


					Wow! Ubur-ubur ‘Menyerbu’ PLTU Paiton Perbesar

PAITON-PANTURA7.com, Fenomena ubur-ubur di perairan laut utara Kabupaten Probolinggo berlanjut. Bahkan biota laut ini, kini merambah memasuki kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, tepatnya di Unit 1-2 milik PT PJB Unit Pembangkitan (UP).

Informasi yang berhasil dihimpun PANTURA7.com, ribuan ekor ubur- ubur diketahui memasuki PLTU Paiton pada Sabtu, (25//42020) Ubur-ubur terlihat di sekitar bawah conveyor pada pukul 03.30 Wib.

General Manager UP Paiton 1 dan 2, Mustofa Abdillah mengatakan bahwa ribuan ubur-ubur yang terpantau bergerak secara massif dari arah barat sejak 2 hari yang lalu itu, akan dikendalikan dengan 3 lapis pengaman berupa jaring-jaring.

Pertama, kata Musthofa, dipasang di intake kanal tempat masuk air laut yang berfungsi sebagai pendingin kondensor unit pembangkit. Jaring-jaring ini adalah pengaman pertama untuk mencegah ubur-ubur masuk kedalam intake kanal.

“Pengaman yang kedua ditempatkan di wilayah pompa, untuk menghindari ubur-ubur tersedot pompa, dan yang ketiga dipasang didepan area mesin untuk menghindari ubur-ubur masuk ke dalam komponen mesin dan mengganggu operasional PLTU,” papar Musthofa, Selasa (28/4/2020).

Selain pengamanan Internal tersebut diatas, UP Paiton menurut Musthofa, juga menggandeng nelayan di sekitar unit, agar juga terlibat dalam penanganan ubur-uburubur-ubur ini, para nelayan menggunakan 7 perahu.

“Ubur- ubur dijaring menggunakan jala nelayan lalu digiring dan dilepas di tengah laut dengan tujuan menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membunuh ubur – ubur,” tandasnya.

Kawanan ubur-ubur memasuki perairan objek vital, tidak hanya kali ini saja. Pada tahun 2016, fenomena serupa juga terjadi. Seperti sebelumnya, penanganan ubur-ubur kali ini juga tidak gampang.

“Kami menggunakan metode kehati-hatian dan ramah lingkungan untuk menjaga agar salah satu biota laut ini tetap terjaga kelestariannya,” urai Musthofa.

Dikatakan Musthofa, pihaknya sudah berkaca pada pengalaman tahun 2016 lalu. Oleh karenanya, kali ini pihaknya lebih siap dan sudah menyiapkan metode-metode yang telah terbukti berhasil.

“Selain kontinuitas penyediaan tenaga listrik terjaga, yang paling penting adalah metode tersebut harus ramah lingkungan,” pungkas Mustofa. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Penyelenggaraan Haji Bakal Dikelola BP Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania Beri Pesan Khusus

29 Maret 2025 - 19:55 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Trending di Lingkungan