Menu

Mode Gelap
Puncak Arus Balik, Jalur Lumajang – Malang Via Piket Nol Lancar Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu

Hukum & Kriminal · 30 Apr 2020 08:57 WIB

Buntut VC Telanjang Dada, Perangkat Desa Randu Jalak Mundur


					Buntut VC Telanjang Dada, Perangkat Desa Randu Jalak Mundur Perbesar

BESUK-PANTURA7.com, Adegan telanjang dada yang dilakukan NS dalam video call (VC) berbuntut panjang. Tak hanya berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian, hal itu juga membuat NS harus meletakkan jabatannya sebagai perangkat Desa Randu Jalak, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Pengunduran diri diambil oleh NS, setelah dirinya dilaporkan oleh Chosnol Hotimah, warga Desa Randu Jalak atas kasus penganiayaan yang diawali dengan temuan gambar screenshot VC di Handphone (HP) milik suaminya, Anton Wijaya dengan NS yang tengah telanjang dada.

“Sudah, saya tidak mau memperpanjang masalah ini lagi. Saya juga sudah mengundurkan diri dari perangkat desa (Randu Jalak, red) dan mau fokus ngurusi keluarga,” ternga NS via pesan singkat WhatsApp, Kamis (30/4/2020).

Pengunduran NS sebagai perangkat, dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Randu Jalak, Anis Nurhainis. Menurutnya, ia sudah menerima pengunduran diri NS sebagai perangkat desa pada Kamis (29/4/2020) kemarin.

“Iya, sudah mengundurkan kemarin. Tapi untuk perangkat yang satunya (Anton Wijaya, red) hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya,” ujar Kades Anis.

Akan tetapi, sambung Anis, pihaknya sempat menghubungi Anton Wijaya melalui sambungan seluler dan mengatakan jika dia juga berencana mengundurkan diri sebagai perangkat desa.

“Hanya untuk sekarang-sekarang ini dia masih belum bisa balik ke Randu Jalak, karena suasananya lagi memanas katanya,” tutur Kades saat dikonfirmasi oleh PANTURA7.com.

Sekedar informasi, pelaporan atas NS ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo oleh Chosnol Hotimah dilakukan pada Selasa (28/4/2020). Korban mempolisikan NS atas dugaan penganiayaan setelah dia mengklarifikasi hubungannya dengan sang suami, Anton Wijaya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 124 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember

5 April 2025 - 20:16 WIB

Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu

5 April 2025 - 17:10 WIB

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Trending di Regional