Menu

Mode Gelap
H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil Libur Lebaran, Jasa Penitipan Kucing di Kota Probolinggo Laris Manis Empat Keistimewaan The Bentar Beach, yang Wajib Dinikmati saat Libur Panjang Lebaran

Kesehatan · 13 Mei 2020 06:53 WIB

Banyak Pasar di Zona Merah, Pedagang Dirapid Test Massal


					Banyak Pasar di Zona Merah, Pedagang Dirapid Test Massal Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, melakukan rapid tes massal terhadap ratusan pedagang Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Rabu (13/5/2020) pagi.

Sejumlah pedagang di Pasar Semampir, meski awalnya terkejut, namun mereka mengaku mendukung rapid test tersebut. Selama ini, pedagang hanya berbekal masker dan hand sanitizer untuk antisipasi penyebaran virus corona.

“Ya setuju sih, soalnya setiap hari kita berinteraksi dengan banyak orang tanpa tahu riwayat mereka. Kami dari pedagang, paling-paling hanya memakai masker dan handsanitizer untuk mengantisipasi penyebarn Covid-19,” terang Fitri, salah satu pedagang.

Kepala Disperindag Kab. Probolinggo, Dwijoko Nur Jayadi menjelaskan, rapid test massal digelar mengingat tingginya interaksi di pasar, antara penjual dan pembeli. Sementara tingkat kesadaran pedagang terhadap bahaya Covid-19 masih rendah.

“Setelah kami evaluasi, tingkat kepatuhan para pedagang di Kabupaten Probolinggo ini masih sangat rendah. Sehingga kami ingin memastikan, dengan tingkat kepatuhan yang rendah itu, apakah mereka terbebas dari virus yang tidak terdeteksi ini,” kata Dwijoko di lokasi.

Rapid test massal ini, imbuh dia, akan berlanjut di pasar lain yang kecamatannya masuk zona merah Covid-19. “Untuk langkah awal, kami lakukan di Pasar Semampir, selanjutnya akan dilakukan di pasar-pasar lain di wilayah zona merah,” papar Dwijoko.

Jika dalam rapid test ada pelaku pasar yang reaktif, menurut Dwijoko, maka pedagang yang bersangkutan akan dikarantina sesuai dengan domisili masing-masing selama 14 hari. Selanjutnya, jelas dia, akan dilanjutkan dengan tes swab.

“Untuk memastikan positif tidaknya, harus menunggu hasil tes swab dulu. Ketika ada pedagang yang positif Covid-19, kami koordinasi dulu dengan pimpinan untuk langkah yang akan diambil selanjutnya,” ia menjelaskan.

Sekedar informasi, dari 24 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Probolinggo, 10 diantaranya sudah masuk zona merah, yakni Kecamatan Gading, Pakuniran, Paiton, Kraksaan, Krejengan Gending, Dringu, Tegalsiwalan, Sumber, Tongas. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Reservoir Diresmikan, 600 Rumah di Lumajang Dipasok Air Bersih

25 Maret 2025 - 18:16 WIB

Cegah Kecelakaan, Dua Pos Perlintasan KA di Kota Probolinggo Diresmikan

25 Maret 2025 - 16:08 WIB

Trending di Lingkungan