Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Pemerintahan · 23 Mei 2020 07:09 WIB

Pandemi Covid-19, Wali Kota Probolinggo Tiadakan Open House


					Pandemi Covid-19, Wali Kota Probolinggo Tiadakan Open House Perbesar

KANIGARAN-PANTURA7.com, Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, meniadakan open house hari raya Idul Fitri 1441 H, yang sedianya digelar di rumah dinasnya di Jl. PB Sudirman. Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung menjadi alasannya.

“Saya tidak ada open house disini (rumah dinas, red) karena kita dalam kondisi sedang menghadapi pandemi korona. Besok saya akan salat Id di rumah, dan setelahnya tidak ada open house,” kata Wali Kota, Sabtu (23/5/2020).

Ia menambahkan, langkah meniadakan open house ini dilakukan sebagai salah satu cara guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya.

“Momentum lebaran kali ini tidak perlu saling jabat tangan, cukup memaafkan dengan ucapan lahir dan batin saja,” tandas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Meski meniadakan open house, namun sambung Wali Kota, ia tetap mengizinkan warga menggelar salat Id di Masjid Agung Raudlatul Jannah Alun-alun dengan menerapkan protokol kesehatan dan tambahan syarat-syarat tertentu.

“Warga yang hendak salat di Masjid Agung Alun-alun, harus membawa sajadah sendiri, wudhu’ dari rumah, tidak usah jabat tangan kemudian berdoa semoga wabah korona segera dihilangkan, khususnya di Kota Probolinggo ini,” tutur dia.

Wali Kota yang akrab disapa Habib ini juga mengemukakan alasannya mengizinkan salat Id tetap digelar di masjid. “Kenapa tetap diperbolehkan salat di masjid, karena ini ibadah. Kalau kita halangi, maka orang yang berdoa akan berkurang,” tegas dia. (*)


Edtor : Efendi Muhammad
Publisher : Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Penyelenggaraan Haji Bakal Dikelola BP Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania Beri Pesan Khusus

29 Maret 2025 - 19:55 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di Jember, Sehari Tembus 10.482 Penumpang KA

28 Maret 2025 - 20:33 WIB

Mudik Gratis di Pasuruan, Ratusan Warga Berangkat Pulang Kampung Hari Ini

28 Maret 2025 - 15:52 WIB

Petolekoran, Tradisi Unik Warga Gili Ketapang Jelang Lebaran

27 Maret 2025 - 16:00 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Trending di Pemerintahan