Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 4 Jun 2020 09:26 WIB

Protes Penyaluran BLT DD, Warga Lurug Kantor Desa Sukokerto


					Protes Penyaluran BLT DD, Warga Lurug Kantor Desa Sukokerto Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) sebesar Rp. 600 ribu bagi warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Probolinggo kembali disoal. Kali ini, warga Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, yang melakukan protes distribusi bantuan sosial tersebut.

Aksi massa yang dilakukan puluhan warga itu terjadi pada Kamis (4/6/2020) pagi. Warga melurug kantor desa guna mempertanyakan sistem pendataan penerima BLT, yang dinilai sarat unsur nepotisme.

“Tujuannya kami kesini ingin mempertanyakan BLT DD, yang penyalurannya tidak tepat sasaran. Saya juga tidak tersentuh bantuan apapun, meskipun suami saya sakit paru-paru sejak enam bulanan ini,” kata salah satu warga, Sofiya (50).

Hal senada disampaikan Parlan (45). Menurutnya, banyak warga di desanya yang sangat membutuhkan bantuan namun justru tidak tersentuh sama sekali. Malah, klaimnya, sejumlah warga dengan ekonomi mapan justru kebagian bantuan.

“Ada yang sudah punya dua mobil dan ada juga dapat dobel bantuannya. Jelas-jelas mereka mampu, tapi masih saja dapat, maka dari itulah kami ramai-ramai ke kantor desa,” tandas Parlan.

Menanggapi hal itu, Pj Kades Sukokerto Mulyono menjelaskan, pihaknya sudah menerima semua aspirasi warga terkait BLT DD. Ia berjanji warga yang tidak tersentuh BLT DD, akan didata ulang agar bisa memperoleh bantuan lain.

“Disini penerima BLT DD sudah tidak bisa nambah. Kuota 167 KK (Kepala Keluarga, red) dari jumlah KK 1082 KK sudah maksimal,” papar Mulyono usai menemui warganya.

Soal aduan warga terkait KK mampu yang menerima BLT DD, Mulyono membenarkan. Namun kata dia, proses pendataan terhadap penerima, sudah dilakukan secara cermat dan melalui verifikasi faktual.

“Kenyataannya, mobil tersebut bukan milik penerima BLT DD, akan tetapi milik anaknya yang dikasi bapaknya dari perkawinan sebelumnya. Penerima BLT DD yang ini sudah nikah dua kali, rumahnya juga berbeda alias lain KK,” sanggahnya.

Aksi massa memprotes penyaluran BLT DD ini, cukup mencengangkan. Pasalnya, Desa Sukokerto sebelumnya ditetapkan sebagai salah satu dari 3 desa tangguh Covid-19. Predikat itu disematkan Pemkab Probolinggo karena Desa Sukokerto dinilai mampu menekan penyebaran Covid-19. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Akan Gelar Open House, Warga Boleh Datang, Dilarang Bawa Oleh-oleh

30 Maret 2025 - 16:18 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Penyelenggaraan Haji Bakal Dikelola BP Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania Beri Pesan Khusus

29 Maret 2025 - 19:55 WIB

Trending di Regional