Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 7 Jun 2020 10:41 WIB

Tiga Hari Diterjang Rob, Tambak Tidak Terdampak


					Tiga Hari Diterjang Rob, Tambak Tidak Terdampak Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Banjir rob melanda sejumlah wilayah pesisir pantai di Kabupaten Probolinggo, sejak 3 hari lalu. Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, menjadi salah satu kawasan yang tergenang banjr akibat air laut pasang itu.

Di Desa Kalibuntu, selain pemukiman penduduk sebagian wilayahnya menjadi area tambak, yakni tambak garam dan tambak udang. Para petambak bersyukur, meski tiga hari ditejang rob namun tidak terdampak terhadap area tambak.

Ketua Kelompok Petani Garam Kalibuntu Sejahtera 1, Suparyono menjelaskan, banjir rob memang rutin terjadi di desanya. Menurut dia, Desa Kalibuntu akan tergenang banjir rob sedikitnya 2 kali dalam setahun.

“Sudah biasa setiap tahunnya, kalau sudah pertengahan bulan dan akhir bulan, pasti air laut akan pasang dan masuk ke pemukiman warga,” kata Suparyono, Minggu (7/6/2020).

Lantaran sudah menjadi musibah rutin, lanjutnya, para petani garam dan pemilik tambak udang melakukan berbagai antisipasi agar rob tidak sampai berdampak ke tambak, yang luas lahannya mencapai sekitar 30 hektar.

“Kalau tambak udang di Desa Kalibuntu luasnya sekitar 40 sampai 60 hektare. Jadi banjir robnya tidak sampai ke tambak, hanya ke pemukiman saja,” tutur Suparyono.

Sekedar informasi, banjir akibat air laut yang pasang itu terjadi mulai Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 9.00 Wib. Air laut meluap dan merendam area pemukiman warga sekitar.

Bahkan, ketinggian air laut disejumlah titik pemukiman hampir mencapai 1 meter. Namun, selang 5 jam kemudian, air laut perlahan mulai surut sehingga aktifitas warga berangsur kembali normal. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Trending di Regional