Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 8 Jun 2020 10:45 WIB

Kisruh BLT DD di Desa Ranon, 2 Kelompok Massa Demo


					Kisruh BLT DD di Desa Ranon, 2 Kelompok Massa Demo Perbesar

PAKUNIRAN-PANTURA7.com, Puluhan warga Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo melurug kantor desa setempat, Senin (8/6/2020) pagi. Massa protes penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang dinilai tidak tepat sasaran.

Suprapto, salah satu warga setempat mengatakan, warga terpaksa ‘menduduki’ kantor desa lantaran pembagian BLT DD mayoritas diterima oleh warga yang memiliki hubungan erat dengan para pemerintah desa.

“Rata-rata penerima BLT adalah keluarga dan kerabat dari perangkat desa. Sedangkan RT dan RW tidak diberi hak untuk melakukan pendataan, perangkat desanya yang mengambil alih pendataan,” katanya.

Namun, unjuk rasa ini mendapatkan aksi tandingan. Puluhan warga yang diduga digerakkan oleh pemerintah desa, tiba-tiba datang ke kantor desa. Bahkan jumlah mereka, dua kali lipat jika dibandingkan dengan warga yang datang sebelumnya.

“Sebenarnya kami hanya ingin musyawarah, kami tidak ingin mencari kegaduhan. Tetapi malah ada pengumpulan massa tandingan, tadi juga terjadi gesekan karena ada kata-kata Pak Kades yang kurang enak,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Pakuniran Hari Pribadi berjanji, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, sekiranya warga yang tidak tersentuh BLT DD bisa didata untuk pengajuan bantuan lainnya.

“Karena BLT DD di Desa Ranon kuotanya sudah terpenuhi, sebanyak 262 KK (Kepala Keluarga, red). Sehingga kami coba ajukan bantuan sosial lainnya selain dari BLT DD,” tutur Camat Hari.

Terkait dua kelompok massa yang sama-sama berdemo, menurut Hari, lantaran dipengaruhi atmosfer kian dekatnya Pemilihan Kepala Deaa (Pilkades). Ia menambahkan, khusus penyaluran bantuan, ia sudah meminta pemerintah desa melakukan verifikasi faktual.

“Sudah saya minta kepada pemerintah desa untuk memfilter siapa yang berhak mendapat bantuan, lalu ketemulah 262 KK tersebut. Kedatangan warga yang tidak dapat itu, memang karena kuotanya penuh sehingga kami usulkan agar menerima bansos lainnya,” terang Hari. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Penyelenggaraan Haji Bakal Dikelola BP Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania Beri Pesan Khusus

29 Maret 2025 - 19:55 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di Jember, Sehari Tembus 10.482 Penumpang KA

28 Maret 2025 - 20:33 WIB

Mudik Gratis di Pasuruan, Ratusan Warga Berangkat Pulang Kampung Hari Ini

28 Maret 2025 - 15:52 WIB

Petolekoran, Tradisi Unik Warga Gili Ketapang Jelang Lebaran

27 Maret 2025 - 16:00 WIB

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Trending di Berita Pantura