Menu

Mode Gelap
Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember

Lingkungan · 24 Jun 2020 05:31 WIB

Tak Ada TPA, Alasan Warga Lekok Buang Sampah ke Sungai


					Tak Ada TPA, Alasan Warga Lekok Buang Sampah ke Sungai Perbesar

LEKOK-PANTURA7.com, Sungai di Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, kotor dan bau akibat tertutupi sampah. Kondisi ini terjadi sejak 6 bulan terakhir.

Informasi yang dihimpun, sampah-sampah yang menumpuk berasal dari limbah rumah tangga dari masyarakat sekitar. Sebagiannya merupakan sampah kiriman dari warga yang bermukim di sekitar hulu sungai.

“Mau gimana lagi, disini tidak ada TPS (Tempat Pembuangan Sementara), apalagi TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Ya terpaksa buang sampah ke sungai,” kata salah seorang warga Desa Tambaklekok, Rodi, Rabu (24/6/2020).

Menurut Rodi, ia dan warga lainnya sadar bahwa membuang sampah ke sungai membahayakan. Selain kotor dan menimbulkan aroma tidak sedap, juga dapat menyebabkan bankir jika musim huja tiba.

“Kwatirnya, nanti kampung kami banjir jika hujan deras. Oleh karenanya, kami berharap sungai segera dikeruk dan dipikirkan solusi jangka panjangnya,” harap pria yang sehari-hari menjadi nelayan ini.

Sementara, Camat Lekok Fausan menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar normalisasi sungai segera dikakukan. Hari ini, lanjut dia, pemerintah kecamatan mengadakan rapat yang membahas normalisasi sungai.

“Hari ini kita rapat untuk membahas normalisasi sungai. Rencananya kami datangkan alat berat, InsyaAllah besok pagi dilaksanakan pembersihan sampah,” papar Camat.

Sekedar informasi, aneka sampah menutupi sungai Desa Tambaklekok sejak 6 bulan ini. Akibatnya, sungai yang tersambung dengan laut itu bau dan kotor sehingga menjadi sorotan berbagai pihak. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Trending di Lingkungan