Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Pendidikan · 4 Jul 2020 12:39 WIB

Agar Mau Sekolah di SMKN 1 Sumber, Anak-anak ‘Dirayu’


					Agar Mau Sekolah di SMKN 1 Sumber, Anak-anak ‘Dirayu’ Perbesar

SUMBER-PANTURA7.com, Demi pemerataan di bidang pendidikan, pemerintah pun membangun gedung-gedung sekolah hingga di pelosok pedesaan. Salah satunya, SMK Negeri (SMKN) 1 Sumber yang terletak di lereng timur Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.

Untuk menjangkau kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang itu memang tidak mudah. Dari Kota Probolinggo, tidak tersedia transportasi umum menuju Sumber.

Namun Sumber masih bisa dijangkau dengan moda transportasi motor dan mobil. Mobil-mobil bak terbuka seperti pikap dan truk hilir-mudik mengangkut sayur mayur dari Sumber.

Lokasi Sumber yang jauh dari dan ke mana-mana itu dirasakan sejumlah guru yang bertugas di SMKN 1 Sumber. “Sumber memang jauh dari hiruk-pikuk kota karena letaknya di lereng Gunung Bromo,” kata Aulia, guru bidang kesiswaan di SMKN 1, Sabtu (4/7/2020).

Keberadaan gedung SMKN 1 yang bertetangga dengan Markas Koramil Sumber dimaksudkan untuk mendekatkan para siswa dengan fasilitas pendidikan. Mereka tidak lagi harus jauh-jauh bersekolah ke sejumlah SMK di Kota Probolinggo.

Meski sudah “didekatkan” dengan tempat tinggal siswa, minat para remaja di Sumber untuk bersekolah di SMKN 1 masih rendah. Sehingga pihak sekolah bahkan dibantu personel Koramil Sumber harus “bergerilya” mencari calon murid baru setiap masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap pertangahan tahun seperti sekarang.

Pada PPDB Tahun Ajaran 2020 ini, SMKN 1 Sumber mendapatkan 35 siswa baru. Hanya satu kelas, padahal sudah disiapkan lima ruang kelas bagi murid baru.

Sulitnya mendapatkan murid baru, dibenarkan Kepala SMKN 1 Sumber, Budiono. “Begitu sulitnya mendapatkan murid baru, kami sampai mendatangi dari pintu ke pintu, ke rumah-rumah dengan tujuan merayu agar anak-anak mau bersekolah di SMKN 1 Sumber,” katanya, Sabtu.

Bahkan pihak SMKN 1 Sumber sampai meminta bantuan Koramil Sumber melalui Babinsa agar mau bersekolah. Itu pun pihak sekolah masih belum bisa memenugi pagu PPDB setiap tahunnya.

“Faktor geografis yakni, jarak rumah-rumah siswa dengan sekolah yang cukup jauh sangat berpengaruh terhadap minat anak-anak untuk bersekolah,” kata Aulia. Sebagian siswanya harus menempuh jarak 5-7 kilometer untuk bisa bersekolah setiap hari.

SMKN 1 Sumber pun berusaha “membumi” dengan menawarkan kurikulum yang lebih akrab dengan keseharian siswa di lingkungan agraris. Lingkungan SMKN 1 Sumber yang masih asri berisi berbagai macam tumbuhan dan hewan menjadi laboratorium alami.

Materi keanekaragaman hayati, pola interaksi, pertumbuhan perkembangan tumbuhan, anatomi-fisiologi tumbuhan dan lainnya sangat kontekstual apabila siswa dibawa dalam lingkungannya yang nyata.

“Pemilihan materi pelajaran kami sesuaikan dengan alam agraris siswa di pegunungan,” kata Aulia. Dengan demikian posisi sekolah tidak tercerabut dari kehidupan keseharian para siswa.

Babinsa Koramil Sumber, Peltu Febry Karel Pesik mengatakan, pihaknya berusaha membantu pemerintah di bidang pendidikan. “Kami sering melakukan pembinaan ke masyarakat agar mereka bersemangat menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang SLTA, apalagi di Sumber sudah ada SMKN 1 Sumber,” katanya.

Peltu Febry juga menyadari, faktor geografis menjadi kendala tersendiri terkait rendahnya minat belajar anak-anak di sekolah. “Di wilayah Sumber, sebagian besar yakni, 99% orangtua siswa adalah petani. Ini juga berpengaruh terhadap minat belajar anak-anak di sekolah,” ujarnya.

Masih dijumpai sebagian anak yang lebih memilih membantu orangtuanya bekerja di kebun dibandingkan bersekolah. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Baru Sehari Uji Coba, Program MBG di Kota Probolinggo Dihentikan

18 Februari 2025 - 13:54 WIB

Trending di Nasional