Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 11 Jul 2020 11:53 WIB

Anggaran Dikepras, MUI Hindari Kumpulan Orang


					Anggaran Dikepras, MUI Hindari Kumpulan Orang Perbesar

MAYANGAN-PANTURA7.com, Kinerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo juga terpengaruh pandemi Covid-19. Selain hibah anggaran dari Pemkot Probolinggo yang jauh berkurang, MUI berusaha tidak menggelar acara yang dihadiri banyak orang.

Melalui APBD 2020 sebenarnya MUI Kota Probolinggo menerima hibah dana Rp250 juta untuk mewujudkan program-program kerja yang tersebar di delapan komisi. “Tetapi karena pada tahun kelima periode kepengurusan MUI ada Corona, anggaran kami dikurangi menjadi Rp150 juta,” kata Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, KH Nizar Irsyad.

Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Kota Probolinggo di aula Bakesbangpol, Sabtu (11/7/2020). Rakerja dibuka Wawali HM. Soufis Subri dihadiri Kepala Kantor Kemenag, Mufi Imron Rosyadi, pengurus MUI, dan sejumlah ketua-ketua ormas Islam.

Bahkan secara berkelakar, KH Nizar mengatakan, “MUI menyumbang Pemkot Probolinggo Rp100 juta untuk penanganan Covid-19.”

Sekadar diketahui, pada 2019 lalu, bahkan MUI menerima dana hibah jauh lebih besar, sekitar Rp400 juta. Terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD, awal 2020 lalu, MUI bisa menyerap anggaran hampir 100% melalui program-program kerjanya selama setahun.

Dikatakan pengurangan dana hibah di masa pandemi ini tidak akan mengurangi kinerja MUI dalam melayani umat. Hanya saja MUI menghindari menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang. “Contohnya pada Rakerda hari ini, dari sekitar 100 pengurus MUI yang kami undang sekitar 40 orang,” kata KH Nizar.

Sebelum pandemi Covid-19, MUI biasa menggelar kegiatan yang menghadirkan undangan hingga ratusan orang. Dicontohkan, beberapa kali MUI melalui Komisi Dakwah memberikan pelatihan kepada ratusan khatib di Kota Probolinggo.

Sementara itu wawali mengapresiasi MUI yang menggelar Rakerda di tengah pandemi Covid-19. “Kami berharap MUI menghasilkan program kerja yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat, beragama dan bernegara di Kota Probolinggo,” katanya.

Kinerja MUI selama ini, kata Subri, tidak sebatas memutuskan halal dan haram. MUI jugamembantu Pemkot Probolinggo dalam memecahkan konflik-konflik sosial di masyarakat. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura