Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Gaya Hidup · 12 Jul 2020 13:33 WIB

Rintis Tanam Vanili di Belakang Makodim


					Rintis Tanam Vanili di Belakang Makodim Perbesar

MAYANGAN-PANTURA7.com, Bagi mereka yang tinggal di perkotaan, sempitnya lahan pertanian menjadi kendala bagi warga yang ingin bercocok tanam. Padahal lahan sempit di perkotaan masih bisa dimanfaatkan untuk bertani dengan tanaman yang prospek ekomoninya tinggi.

Hal itu dibuktikan jajaran Kodim 0820 Probolinggo yang mencoba memanfaatkan halaman belakang Makodim untuk bercocok tanam. Yang ditanam termasuk salah satu komoditas pertanian yang mahal harganya, vanili.

Hanya saja, Kodim kerena keterbatasan lahan, hanya menanam 100 batang vanili. Tanaman sebanyak itu ditanam di atas bedengan berukuran panjang 50 meter x 3 meter.

“Usia tanaman vanili yang kami tanam baru sekitar tiga minggu. Mudah-mudahan menjadi contoh warga yang ingin menanam vanili,” kata Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf. Imam Wibowo, Minggu (12/7/2020).

Dikatakan budidaya vanili dapat di lakukan di lahan yang sempit. Tanaman jenis anggrek ini bisa ditanam di dekat rumah dan tidak perlu lahan luas seperti bertanam padi atau jagung.

“Kalau bertanam vanili di lahan sempit, ya jangan bermimpi jadi miliarder, tetapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari karena harga serbuk vanili sangat mahal,” katanya.

Layaknya tanaman merambat, vanili membutuhkan tajar, baik itu tajar hidup ataupun tajar mati. Tajar hidup dapat menggunakan tegakan tanaman lamtoro, pohon kelor, pohon waru dan lain-lain. Tajar hidup sekaligus berfungsi sebagai naungan vanili di saat musim kemarau.

“Sedangkan tajar mati bisa terbuat dari beton cor, galvalum, paralon, bambu, sabut kelapa, cocopit dengan kawat ram. Dengan tajar mati maka diperlukan paranet untuk mengurangi terik matahari atai kontak langsung dengan sinar matahari.

Media tanam vanili, kata Dandim, dapat menggunakan tanah dan bisa di campur dengan pupuk kompos atau organik. “Ada juga yang memakai cocopit, batu bata, dan atau pecahan genteng yang sudah tidak terpakai, yang intinya media tanam tersebut tidak mengandung air yang berlebihan yang akan membuat tanaman vanili terganggu,” katanya.

Ditanya prospek ekonomi tanaman vanili, Dandim mengatakan, buah (polong) vanili basah harganya tahun lalu (2019) sekitar Rp250.000/kilogram. “Sementara vanili polong kering harganya hingga Rp3.000.000 per kilogram,” katanya. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga

3 April 2025 - 18:17 WIB

Bisnis Menggiurkan! Budidaya Ikan Kerapu Keramba Menjamur di Pulau Gili Ketapang

15 Februari 2025 - 20:17 WIB

Bukan Pencitraan, Sebelum Nakhodai DPRD Lumajang, Hobinya Makan Bersama

30 Januari 2025 - 19:10 WIB

Kreatif! Warga Kanigaran Kota Probolinggo Sulap Anggur jadi Aneka Minuman Nikmat

14 Desember 2024 - 19:49 WIB

Xuping, Perhiasan Emas Imitasi yang Kini Digandrungi Warga Kota Probolinggo

26 Oktober 2024 - 12:37 WIB

Pangkas Rambut Tradisional di Kota Probolinggo Masih Bertahan Ditengah Gempuran Barbershop

8 Oktober 2024 - 18:25 WIB

Kreatif! Warga Ketapang Kota Probolinggo Sulap Galon Bekas jadi Hiasan Bunga Estetik

28 September 2024 - 15:55 WIB

Menabung Lima Tahun, Pasutri Ini Beli Motor dengan Uang Koin

21 Agustus 2024 - 19:58 WIB

Jazz Gunung Bromo 2024, Elfa’s Singers hingga Ndaru Ndarboy Hangatkan Penonton dalam Balutan Bediding Bromo

20 Juli 2024 - 15:27 WIB

Trending di Gaya Hidup