Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Gaya Hidup · 21 Jul 2020 03:21 WIB

Penjual Hewan Kurban Menjamur, Pembeli Sepi


					Penjual Hewan Kurban Menjamur, Pembeli Sepi Perbesar

KANIGARAN-PANTURA7.com, Menjelang Hari Raya Idul Adha, 31 Juli 2020 mendatang, pedagang hewan kurban mulai menjamur di Kota Probolinggo. Hal itu terlihat di sudut-sudut kota, di pinggir jalan ada sejumlah penjual hewan kurban seperti kambing.

Seperti di seputaran Gladak Serang (Gladser), Jalan Tjokroaminoto dan beberapa ruas jalan yang banyak dilalui orang. Salah satunya, H.Mulyadi (52) warga Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran. Sejak tiga hari lalu ia menggelar sejumlah kambing di seputaran Glaser.

“Saya tiap tahun jual kambing hanya waktu hari korban saja. Selain mencari kesibukan ya itung-itung ibadah-lah,” jelasnya di lokasi berjualan, Selasa (21/7/2020).

Mengaku bukan sebagai blantik hewan, Mulyadi mengaku, kambing yang dijual diambil dari wilayah Probolinggo. Harga jualnya bervariasi, antara Rp2,5-Rp3,.5 juta tergantung ukuran dan usia kambing.

Sisi lain meski para penjual hewan bemunculan, tetapi minat warga membeli hewan qurban masih kecil. “Hingga hari ini masih sepi pembeli, mungkin seminggu lagi ramainya,” tambahnya.

Mulyadi juga mengaku,dari setiap ekor kambing ia memperoleh keuntungan Rp50-Rp100 ribu. Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang kambing lainnya. Mereka mencoba mengais rezeki dari berdagang kambing.

“Untungnya tidak seberapa, yang penting bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” jelas penjual kambing di Jalan Tjokroaminoto.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan,Sudiman mengatakan, akan membuat SK yang menjadi panduan penjualan dan pemotongan hewan kurban di masa pandemiCovid-19.

“Kami juga akan melakukan survei serta pembinaan kepada para penjual hewan kurban. Tujuannya, untuk meminimalisir adanya daging ataupun jeroan yang terkontaminasi penyakit,”ujarnya.(*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga

3 April 2025 - 18:17 WIB

Bisnis Menggiurkan! Budidaya Ikan Kerapu Keramba Menjamur di Pulau Gili Ketapang

15 Februari 2025 - 20:17 WIB

Bukan Pencitraan, Sebelum Nakhodai DPRD Lumajang, Hobinya Makan Bersama

30 Januari 2025 - 19:10 WIB

Kreatif! Warga Kanigaran Kota Probolinggo Sulap Anggur jadi Aneka Minuman Nikmat

14 Desember 2024 - 19:49 WIB

Xuping, Perhiasan Emas Imitasi yang Kini Digandrungi Warga Kota Probolinggo

26 Oktober 2024 - 12:37 WIB

Pangkas Rambut Tradisional di Kota Probolinggo Masih Bertahan Ditengah Gempuran Barbershop

8 Oktober 2024 - 18:25 WIB

Kreatif! Warga Ketapang Kota Probolinggo Sulap Galon Bekas jadi Hiasan Bunga Estetik

28 September 2024 - 15:55 WIB

Menabung Lima Tahun, Pasutri Ini Beli Motor dengan Uang Koin

21 Agustus 2024 - 19:58 WIB

Jazz Gunung Bromo 2024, Elfa’s Singers hingga Ndaru Ndarboy Hangatkan Penonton dalam Balutan Bediding Bromo

20 Juli 2024 - 15:27 WIB

Trending di Gaya Hidup