KANIGARAN-PANTURA7.com, Pengguna jalan di Kota Probolinggo banyak yang mengeluhkan rusaknya sejumlah ruas jalan di antaranya, Jalan KH. Wahid Hasyim. Ruas jalan tersebut terlihat tidak rata dan banyak berlobang, bahkan gorong-gorong di Geladak Serang (Glaser) sebelah timur menuju arah Jalan Mastrip tampak ambles.
Keluhan itu di antaranya disampaikan Afgarina Lailatul Firdaus (22), warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran. Ia yang sehari-hari melintasi Jl. KH Wahid Hasyim mengatakan, sepanjang jalan tersebut banyak yang berlobang.
Afgarina mengaku, khawatir pengendara yang jarang melewati jalan tersebut tidak mengetahui kondisi jalan yang berlobang itu sehingga berpotensi mengalami kecelakaan. Apalagi saat ini jalan tersebut banyak dilalui kendaraan-kendaraan besar seperti dump truck, tronton, dan bus.
“Kemarin saya lihat sendiri ada dua pengendara motor yang jatuh lantaran jalannya menyisakan pasir sehingga licin,” kata Afga, Sabtu (15/8/2020).
Afga yang juga aktivis mahasiswa ini berharap kepada Pemerintah Kota untuk segera mengalihkan arus lalu lintas tersebut. Sekaligus agar jalan yang rusak segera diperbaiki.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kota Probolinggo, Agus Hartadi membenarkan, memang Jalan KH Wahid Hasyim saat ini rusak dan bergelombang. Sehingga badan aspal tidak rata, berlobang, dan bergelombang.
“Kami keruk jalannya untuk diratakan, karena masih belum bisa diperbaiki, karena belum ada anggarannya, nanti kami coba usulkan melalui Perubahan APBD,” terang Agus melalu telpon selulernya.
Hal ini, kata Agus, karena ada pengalihan arus lalu lintas terkait perbaikan gorong-gorong di Jalan Lingkar Utara (JLU) Mayangan. Sehingga mobil-mobil besar kita alihkan untuk melintasi jalan kota.
Namun hal ini tidak akan berlangsung lama karena kemungkinan pekan depan akan ada pengalihan arus lalu lintas menjadi normal kembali. “Proyek gorong-gorong di JLU sudah selesai,” ujarnya.
Pantuan Pantura7.com, ruas Jalan KH. Wahid Hasyim yang rusak mulai diratakan dengan cara dikeruk. Sedangkan gorong-gorong di Bundaran Galser sebelah timur tampak akan ambles belum ditandai (dengan rambu). Dikhawatirkan hal itu membahayakan pengguna jalan.
Sementara itu Ketua Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto mengatakan, saat ini untuk Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani akan segera diperbaiki. Dananya berasal dari dana cadangan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp7 miliar.
Dana sebesar itu terinci, Rp2 miliar di antaranya, untuk perbaikan Jalan Ahmad Yani dan Rp2 miliar untuk Jalan Basuki Rahmad. Sedangkan sisanya untuk pemulihan sektor pariwisata.
“Untuk Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani saat ini sudah proses tender,” kata Agus.
Agus menambahkan, untuk perbaikan Jalan KH. Wahid Hasyim saat ini belum ada anggarannya karena terkena refocussing anggaran.
Sebelumnya sudah dianggarkan Rp1 miliar untuk pemeliharaan jalan, namun karena refocussing untuk penanganan Covid-19, dana pemeliharaan hanya tersisa Rp500 juta dan sudah digunakan sebagian untuk perbaikan Jalan Brantas.
“Kami tunggu dokumen P-APBD dari eksekutif, kalau cepat diajukan dokumennya paling lambat bulan sembilan (September, Red.) sudah rampung. Saat ini dokumennya belum diajukan dari eksekutif,” tandas Agus. (*)
Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Rizal Wahyudi