PAITON-PANTURA7.com, Murahnya harga jual tembakau membuat petani di Dusun Astah, RT 14 RW 3, Desa Petunjungan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, geram. Mereka pun melampiaskan kekecewaan dengan menebang dan mencabut tanaman tembakau, bahkan membakar tembakau hasil rajang, Senin (31/8/2020).
Awalnya, sekelompok petani mencabuti puluhan tananam tembakau di sawah, yang separuh daunnya sudah dipanen. Tak puas, mereka lalu menggulung tembakau rajang kering yang sedang dijemur, lantas dibakar beramai-ramai
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena harga jual tembakau dinilai sangat tidak masuk akal. Rasa kecewa mereka kian memuncak karena gudang produksi tembakau yang tersebar di Kabupaten Probolinggo, tak kunjung buka untuk membeli tembakau petani.
“Gudang sampai sekarang belum buka, harga tembakau juga tidak sesuai dengan harga pupuk yang tinggi. Sekarang harga tembakau rajang kering Rp 15-20 ribu, kalau tahun sebelumnya Rp 30-35 ribu,” kata Nuruddin, petani tembakau di Desa Petunjungan.

Dengan bentuk protes seperti itu, Nuruddin berharap, dalam waktu dekat gudang tembakau buka dan menyerap tembakau hasil panen petani. Jika kondisi ini terus terjadi, imbuhnya, petani sudah pasti akan merugi.
“Jika kondisinya seperti ini terus sampai daun tembakau di sawah habis, petani jelas rugi. Karena selama bercocok tanam, biayanya tinggi terutama harga pupuk, sehingga banyak petani yang hutang ke bank sebagai modal untuk tanam,” keluhny.
Sementara Fadhol, petani tembakau asal Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, meminta pemerintah daerah tegas menyikapi nasib petani. Ia menilai, selama ini petani banyak dirugikan oleh keputusan gudang atau pabrik tembakau saat musim tembakau tiba.
“Biasanya, jika gudang tembakau sudah buka, mereka akan mengambil tembakau dari luar daerah dengan tujuan menekan harga tembaku para petani di Probolinggo. Kami mendukung aksi petani di Desa Petunjungan ini dan siap bergabung jika ada aksi lagi,” papar Fadhol.
Diketahui, memasuki masa panen, para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo justru resah. Penyebabnya, harga jual tembakau anjlok, bahkan sebagian hasil panen tidak terjual lantaran belum satupun gudang tembakau yang buka. (*)
Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT