Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pemerintahan · 1 Sep 2020 04:27 WIB

Taman Maramis Jadi Ajang Mesum, Kinerja Pol PP Disorot


					Taman Maramis Jadi Ajang Mesum, Kinerja Pol PP Disorot Perbesar

KANIGARAN-PANTURA7.com, Taman Maramis di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, sering disalahgunakan oleh pengunjung. Bahkan zona hijau itu, kerap dijadikan sebagai ajang mesum sehingga pemerintah kota (Pemkot) terpaksa melakukan penutupan.

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma menerangkan, penutupan Taman Maramis berdasarkan perintah dari Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, yang geram melihat taman di jantung kota itu digunakan untuk prilaku tak senonoh.

“Semalem (Senin malam, red) kita tutup, nanti dari satpol PP akan menjaga intens supaya tidak ada warga yang memasuki Taman Maramis,” ujar Hendra melalui sambungan seluler, Selasa (1/9/2020).

Penutupan Taman Maramis, kata hendra, belum diketahui waktunya sampai kapan. Pihaknya menunggu intruksi selanjutnya dari Pemerintah Kota Probolinggo, dalam hal ini Wali Kota.

Satpol PP saat ini, menurut Hendra, juga sedang melakukan pendalaman dan mencari tahu siapa dua sejoli pelaku mesum yang videonya beredar masif di media sosial (medsos).

“Saat ini kami masih meminta keterangan dari warga sekitar yang mungkin mengetahui langsung perbuatan mesum tersebut,” imbuh Hendra.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Ilyas Editiyawan mengatakan, Satpol PP seharusnya ‘bekerja’ lebih serius setelah mengetahui kejadian mesum berulang kali di terjadi Taman Maramis.

“Kalau dibiarkan begitu nanti akan terus-terusan,” kata Ilyas menyesalkan.

Untuk menindaklanjuti kejadian itu, papar Ilyas, Komisi I DPRD Kota Probolinggo akan memanggil Satpol PP untuk melakukan pendalaman dengan harapan kejadian ini tidak terulang kembali.

“Karena (kejadian itu) meresahkan masyarakat dan nama Kota Probolinggo terbawa,” tandas dia.

Diketahui, video adegan hubungan layaknya suami istri berdurasi 29 detik, viral di media sosial sejak dua hari terakhir. Perbuatan asusila di siang bolong itu, diketahui terjadi di Taman Maramis. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan