Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 1 Sep 2020 13:09 WIB

Tembakau Tak Terbeli, APTI Desak Pemkab-DPRD Turun Tangan


					Tembakau Tak Terbeli, APTI Desak Pemkab-DPRD Turun Tangan Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Polemik harga tembakau yang terjadi di Kabupaten Probolinggo berbuntut panjang. Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) setempat meminta pemerintah daerah dan DPRD tidak lepas tangan.

“Pemerintah dan dewan harus turun tangan dengan nasib petani tembakau yang sedang resah hari-hari ini, harus ada. Ada yang aneh dalam pandangan kami,” kata Ketua APTI Kabupaten Probolinggo, Mudzakkir, Selasa (1/9/2020).

Keanehan itu, menurutnya, karena pabrikan rokok di Kabupaten Probolinggo mengulur waktu untuk membuka gudang. Padahal saat ini, tembakau hasil panen petani seharusnya sudah terbeli.

Namun yang terjadi, imbuh Mudzakkir, justru kondisi sebaliknya. Harga jual tembakau rajang kering milik petani anjlok, bahkan sebagian besar tidak terbeli.

“Ketika awal panen harga tembakau rajangan terbeli di kisaran Rp28 ribu-Rp35 ribu per kilogram. Tapi ketika sudah memasuki panen raya, gudang malah mengulur-ngulur waktu untuk buka,” kecam pria asal Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan ini.

Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo, Andi Suryanto Wibowo berjanji, pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan petani. Pihaknya akan mendesak gudang agar segera menyerap tembakau petani.

“Besok, ada perwakilan dari kami yang meninjau langsung dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Kami akan meninjau gudang agar segera dibuka, biar tidak menunda-nunda,” tutur tutur politisi artai Nasdem ini.

Andi menegaskan, alasan gudang pabrik rokok tutup dan tidak membeli tembakau petani harus disampaikan kepada masyarakat, khususnya petani tembakau. Hal itu, jelas dia, agar tidak timbul persepsi liar di masyarakat.

“Oleh karena itu, kita akan cari tahu kenapa belum dibuka dengan mengutus Komisi B. Insyaallah besok akan ditinjau ketika jam kerja, karena di masa pandemi kita tidak boleh gegabah, tapi urusan masyarakat tetap harus didahulukan,” ungkapnya.

Diketahui, harga tembakau yang rendah dan tidak terbeli, membuat para petani kecewa. Bahkan pada Senin (31/8/2020) sekelompok petani di Desa Petunjungan, Kecamatan Paiton, mencabuti tanaman tembakau di sawah dan membakar tembakau rajang sebagai bentuk protes. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura