Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 2 Sep 2020 09:33 WIB

Nasib Petani Tembakau Terbengkalai, Aktivis Ancam Turun Jalan


					Nasib Petani Tembakau Terbengkalai, Aktivis Ancam Turun Jalan Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Polemik harga jual tembakau membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo, turun tangan. Komunitas aktivis sosial ini pun, melayangkan surat audiensi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Surat audiensi dengan nomor : 794/LSM LIRA/XI/2020 dikirim ke gedung dewan, pada Rabu (2/9/2020) pagi. Surat ditujukan langsung kepada Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Andi Suryanto Wibowo.

Bupati LIRA Probolinggo, Samsuddin menjelaskan, permintaan audiensi kepada wakil rakyat melalui surat dilakukan sebagai bentuk gerakan moral untuk memperjuangkan nasib para petani tembakau.

“Karena sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah, jangan hanya karena pandemi Covid-19, masyarakat dinomor duakan. Langkah kami sesuai dengan undang-undang nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani dan undang-undang nomor 17 tahun 2013 tentang organisasi masyarakat,” kata Samsuddin.

Dalam permohonan audiensi yang dijadwalkan pada Kamis (3/9/2020) besok, pihaknya juga meminta agar dipertemukan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pertanian dan pengelola gudang tembakau di Kabupaten Probolinggo.

“Ada tiga point yang akan kami perjuangkan nanti. Pertama terkait anjloknya harga tembakau; kedua, tidak dibukanya gudang atau pabrik rokok; dan ketiga sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi di Kabupaten Probolinggo,” ujar dia.

Dalam audiensi tersebut, sambungnya, pihaknya juga akan mengajak para petani agar bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung. Dengan demikian, keluh kesah petani dan kendala gudang rokok untuk menyerap tembakau petani, bisa diketahui gamblang.

“Tetapi apabila permohonan kami untuk memperjuangkan nasib rakyat tidak mendapatkan tanggapan, kami akan aksi turun jalan bersama para petani se Kabupaten Probolinggo,” ancam Samsuddin.

Diketahui, para petani di Kabupaten Probolinggo saat ini resah. Penyebabnya, harga tembakau rendah bahkan tidak terbeli. Sebagai luapan kekecewaan, petani di Desa Petunjungan, Kecamatan Paiton, membakar tembakau rajang siap jual, pada Senin (31/8/2020) kemarin. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura