Menu

Mode Gelap
Tepergok Curi Tas di Pemandian Banyu Biru, Pria ini Nyonyor Digebuki Warga Halal Bihalal di Pasuruan, Gus Hilman Gelorakan Semangat Pengembangan Riset dan Literasi Puncak Arus Balik, Jalur Lumajang – Malang Via Piket Nol Lancar Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember

Berita Pantura · 4 Sep 2020 11:46 WIB

Pabrik Rokok ini Tetap Menolak Beli Tembakau Petani


					Pabrik Rokok ini Tetap Menolak Beli Tembakau Petani Perbesar

KREJENGAN-PANTURA7.com, Kebijakan gudang rokok PT. Sadana untuk tidak membeli tembakau hasil panen petani membuat Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabipaten Probolinggo geram. Kebijakan sepihak itu, dinilai menyudutkan petani.

“Ini sudah tahun ketiga Sadana bilang seperti ini. Kalau tidak mengambil tembakau dari petani lokal selama 3 tahun, mana mungkin bisa terus beroperasi di Probolinggo, sampai sekarang masih tetap beroperasi toh,” kecam Ketua APTI Kabupaten Probolinggo, Mudzakir, Jum’at (4/9/2020)

Terhitung sejak dari 2018 lalu, lanjut Mudzakir, ketika harga tembakau tinggi, PT. Sadana kerap memberikan pernyataan tidak akan membeli tembakau petani. Namun, ketika harganya murah, barulah produsen rokok itu mulai melakukan pembelian tembakau.

“Meski ada pernyataan tidak akan membeli, Sadana itu akan buka ketika harga tembakau berada di bawah Rp25 ribu. Jadi saya minta, jangan ada dustalah diantara kita, ii sudah tahun ketiga loh ya,” ujar dia.

Mudzakkir berharap, gudang rokok tidak hanya mengambil untung di Kabupaten Pobolinggo. Melainkan seharusnya juga memikirkan nasib petani yang selama ini berjuang demi kelancaran pasokan tembakau ke gudang.

“Semua tahu, perjuangan petani tembakau tahun ini lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ada pandemi Covid-19, ditambah harga pupuk juga mahal. Jadi saya harap gudang tetap beroperasi tahun ini,” kecamnya.

Perwakilan PT. Sadana, Arif menyebut kebijakan gudang di Kabupaten Probolinggo merupakan intruksi pimpinan pusat. Atas hal itu, ia tidak berani membuat kebijakan diluar kebijakan pabrik pusat.

“Kami diperintahkan untuk tidak ambil tahun ini, kemungkinannya akan mengambil tahun depan. Kami masih belum dapat rekomendasi untuk beli tembakau tahun ini,” ucap dia saat pertemuan di Kantor DPRD 2 hari lalu. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura