Menu

Mode Gelap
Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)

Berita Pantura · 17 Sep 2020 11:45 WIB

Masker Scuba Tak Dianjurkan, PKL Masker Kelabakan


					Masker Scuba Tak Dianjurkan, PKL Masker Kelabakan Perbesar

KANIGARAN-PANTURA7.com, Di awal pandemi Covid-19, masker scuba sempat hits dan banyak dicari. Bahkan sampai ada tutorial untuk memilih masker scuba yang berkualitas, yakni dengan tes tiup lilin.

Bukan tanpa alasan jika saat itu masker scuba banyak jadi pilihan. Selain karena harganya murah meriah, teksturnya pun lembut dan lentur mengikuti lekuk wajah. Tipis sehingga tidak pengap untuk bernapas.

Namun di balik kenyamanan tersebut, masker scuba dinilai terlalu tipis. Cipratan dahak (droplet) masih bisa menembus sehingga berpotesi menularkan virus kepada orang lain.

Selain itu, kecenderungan untuk dipakai dengan tidak benar juga lebih besar. Larangan masker scuba atau buff membuat para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan masker gigit jari. Mereka mengaku, dagangannya terancam rugi dan bangkrut.

“Rugi dah kalau begini. Kenapa baru sekarang, kita kan dah stok banyak,” keluh Maryati, pedagang masker di kawasan Jalan HOS Tjokroaminoto, Kamis (17/9/2020).

Amir , pedagang masker di Jalan Mastrip juga “tepuk jidat”. “Bisa kacau ini. Lha, ini aneh saja harusnya dari awal dong, apa itu pemerintah mau ganti modal kita,” keluhnya.

Diketahui, satu masker scuba di pasaran dijual Rp5.000. “Modal sekitar 2-3 ribu, jual ya 5 ribu. Mana baru belanja lagi,” ungkap Amir.

Sementara Yanto, juga pedagang masker mengaku, penjualan masker scuba bisa menurun bahkan tidak laku. Masker kain yang berlapis lebih banyak dicari pelanggan.

“Saya jualan masker sudah dari Mei akhir. Dulu banyak yang cari masker scuba daripada masker kain,” keluhnya.

Seperti diketahui, larangan pemakaian masker scuba diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di beberapa televise nasional. Intinya, warga dianjurkan untuk tidak memakai masker scuba karena dinilai tidak efektif mencegah penularan Covid-19.

Amir mengaku sempat menonton tayangan televisi terkait larangan pemakaian masker scuba. “Masker scuba atau buff, adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis. Sehingga kemungkinan untuk tembus, tidak bisa menyaring lebih besar. Maka disarankan menggunakan masker yang berkualitas untuk menjaga,” ujar Amir. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura