Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Pemerintahan · 25 Sep 2020 09:39 WIB

Optimis Target PAD Rp1,8 Miliar Tercapai


					Optimis Target PAD Rp1,8 Miliar Tercapai Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Sejak April 2020 lalu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo yang berasal dari retribusi pasar macet. Pasalnya retribusi pasar diliburkan akibat pandemi Covid-19.

Namun, sejak awal September 2020, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, kembali menarik retribusi pasar untuk mendongkrak target PAD. Sebelum itu, dinas telah mengajukan keringanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisperindag setempat Taufik Alami mengatakan, awalnya target PAD pasar kisaran Rp3 milliar. Dinas kemudian meminta keringanan kepada Bupati Probolinggo sehingga target PAD menjadi Rp1,3 milliar.

“Awalnya kan target PAD pasar sebesar Rp3 miliar, tapi kemudian ada keringanan karena penarikan retribusi diliburkan 5 bulan sejak April sampai Agustus. Dari keringanan itu kini target PAD-nya menjadi Rp 1,8 milliar ” kata Taufiq, Jum’at (25/9/2020)

Dengan pemangkasan tersebut, lanjut Taufiq, ia optimis target PAD pasar tahun ini akan terpenuhi meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Terlebih saat ini sudah tidak ada lagi pembatasan jam operasional pasar yang sebelumnya sempat diberlakukan.

“Kalau operasional pasar tidak dibatasi, penarikan retribusi pasar akan lancar. Ada beberapa bulan ke depan untuk terus melakukan penarikan retribusi, insyaallah target terpenuhi,” ujar mantan Camat Gading ini.

Sebelum pandemi Covid-19, pada triwulan pertama, sambung dia, pihaknya sudah berhasil mengumpulkan dana retribusi pasar kurang lebih Rp 984 juta. Sehingga, katanya, sisa target PAD tersebut sudah tidak mencapai Rp 1 miliar.

“Kurangnya sekitar Rp 900 jutaan. Kemungkinannya sampai retribusi di November bisa terpenuhi. Ini juga merupakan perlindungan pemerintah bagi pedagang, karena gara-gara pandemi ini niali beli masyarakat turun, juga berpengaruh ke pedagang,” tutup Taufiq. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan