Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Politik · 2 Okt 2020 11:26 WIB

Klarifikasi Ekasila, Teno Tegaskan Pancasila Harga Mati.


					Klarifikasi Ekasila, Teno Tegaskan Pancasila Harga Mati. Perbesar

BUGULKIDUL-PANTURA7.com, Raharto Teno Prasetyo, kader PDI Perjuangan yang juga calon petahana di Pilwali Kota Pasuruan 2020, memberikan klarifikasi atas kata ‘Ekasila’ yang belakangan viral di media sosial (medsos) pun Whapsapp Grup (WAG).

Istilah ‘Ekasila’ memang sempat dilontarkaan calon walikota nomor urut 2 itu, dalam pidato Deklarasi Kampanye Damai, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan, pada Sabtu (26/09/2020) lalu.

Dalam klarifikasinya, Teno memutarkan ulang video sambutannya di Deklarasi Kampanye Damai tersebut. Video itu dipertontonkan kepada awak media dan para elit politik dari parrtai pengusungnya.

Merujuk pada pidato sambutannya, Teno menyebut, ia sama sekali tidak mengatakan ingin merubah pancasila apalagi memimpin Kota Pasuruan dengan Ekasila yang merupakan pengerdilan dari Pancasila.

“Kami tetap dalam barisan Pancasila. Tidak ada dari kami yang ingin merubah Pancasila, Pancasila harga mati bagi kita,” tandas Teno dalam pernyataannya di sebuah rumah makan di Kecamatan Bugul Kidul, Jumat (02/10/20).

Teno menambahan, ia bersama Moh. Hasjim Asy’ari yang mendampinginya maju di Pilwali Kota Pasuruan, merasa dirugikan dengan munculnya narasi-narasi berbentuk hasutan dari penggalan video sambutannya yang beredar di dunia maya.

“Dari penggalan video tidak ada yang menyebutkan saya ingin mengganti Pancasila, justru narasi-narasi yang dituliskan itulah yang menjadi hasutan,” tambahnya.

Diketahui, dalam pidato sambutan di Deklarasi Kampanye Damai sebelumnya, Teno mengatakan, jika Pancasila diperas, munculah ekasila yang didapatkan dari Trisila, yaitu dari sosio nasionalis, sosio demokratis, dan ketuhanan yang berkebudayaan.

“Dan jika kita peras lagi, kita kristalisasi lagi, hanya ada satu kata untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih maju dan sejahtera adalah dengan cara bergotong-royong,” tambahnya dalam pidato tersebut. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

KPU Probolinggo Belum Kembalikan Silpa Hibah Pilkada Serentak 2024, Nilainya Miliaran

24 Februari 2025 - 20:10 WIB

KPU Tetapkan Amin-Ina sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo Terpilih

6 Februari 2025 - 20:56 WIB

Anggaran Pilkada Tersisa Rp 10 Miliar, KPU Kabupaten Probolinggo Janji Kembalikan

27 Januari 2025 - 16:40 WIB

Anggaran Pilkada Tersisa Rp 10 Miliar, DPRD Desak KPU Kab. Probolinggo Segera Kembalikan

27 Januari 2025 - 10:32 WIB

Rakor di Banyuwangi Diwarnai Musik DJ, KPU Kab. Probolinggo Beri Penjelasan Begini

21 Januari 2025 - 18:31 WIB

Cap Jempol Darah Tandai Dukungan PDI Perjuangan Kota Probolinggo untuk Megawati

19 Januari 2025 - 18:33 WIB

Paslon Thoriqul Haq – Lucita Izza Rafika Tak Hadiri Rapat Pleno Terbuka Penetapan Bupati Lumajang

10 Januari 2025 - 06:27 WIB

Resmi! KPU Tetapkan Gus Haris – Ra Fahmi Pasangan Bupati – Wakil Bupati Probolinggo Terpilih

9 Januari 2025 - 21:31 WIB

Sah, KPU Pasuruan Resmi Tetapkan Rusdi-Shobih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

9 Januari 2025 - 18:35 WIB

Trending di Politik