Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Wisata · 27 Okt 2020 09:18 WIB

Jelang Libur Panjang, Pengelola Wisata Waspada


					Jelang Libur Panjang, Pengelola Wisata Waspada Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Menjelang libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW dan akhir pekan, pengelola tempat-tempat wisata diminta tetap waspada. Kewaspadaan itu terkait dengan kemungkinan banyaknya pengunjung yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo pun meminta pengelola tempat-tempat wisata memperketat penerapan protokol kesehatan.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait antisipasi libur panjang nanti,” ungkap Kepala Dispopar, Budi Krisyanto, Selasa (27/10/2020).

Dikatakan sejak merebaknya Covid-19, pemerintah telah meminta seluruh pengelola objek wisata menyiapkan sarana prasaran protokol kesehatan. Di antaranya, tempat mencuci tangan, thermo gun di pintu masuk, hand sanitizer.

Selain itu petugas dan pengunjung wajib mengenakan masker. Semua pengunjung juga dicek suhu tubuhnya.

“Seluruh objek wisata telah menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan SOP-nya,” tegas Budi Kris, panggilan akrab Budi Krisyanto.

Sementara itu meski bukan pengelola objek wisata, Kepala Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Arif Wahyudi juga siap menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung pelabuhan. Soalnya, banyak warga yang bermaksud wisata “berendam” di laut (kumkum) di kawasan PPP Mayangan.

Belum lagi warga yang memang bekerja di sektor perikanan seperti nelayan, anak buah kapal, kuli angkut, hingga pedagang ikan. Selama ini PPP Mayangan selalu ramai setiap hari.

“Kami tidak ingin PPP Mayangan sebagai tempat warga berendam menjadi klaster penyebaran Covid-19 dan kami terus melakukan pengawasan maupun evaluasi,” ujar Arif. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

4 April 2025 - 13:39 WIB

Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga

3 April 2025 - 20:02 WIB

Libur Lebaran, Jasa Penitipan Kucing di Kota Probolinggo Laris Manis

2 April 2025 - 13:04 WIB

Empat Keistimewaan The Bentar Beach, yang Wajib Dinikmati saat Libur Panjang Lebaran

2 April 2025 - 12:55 WIB

Liburan di Kali Pinusan Pilihan Tepat Bersantai Bersama Keluarga

2 April 2025 - 12:35 WIB

Nyepi hingga Idul Fitri, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ditutup

30 Maret 2025 - 15:09 WIB

Wisata Bromo Diminta Tetap Buka Saat Idul Fitri, Gus Haris Turun Tangan

27 Maret 2025 - 03:47 WIB

Hari Ini Dibuka, Istilahnya Bukan Lagi Grojogan Sewu, tapi Tumpak Sewu yang Dikenal Mancanegara

14 Maret 2025 - 12:26 WIB

Bupati Lumajang Akan Tata Ulang Objek Wisata di Pronojiwo

11 Maret 2025 - 16:48 WIB

Trending di Wisata