Menu

Mode Gelap
Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

Sosial · 1 Nov 2020 12:57 WIB

Trauma Banjir, Pelaku Usaha Pindah


					Trauma Banjir, Pelaku Usaha Pindah Perbesar

GENDING-PANTURA7.com, Banjir yang menerjang Desa / Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (31/10/2020) malam, tidak hanya menimbulkan kerugian materiil. Dampak psikis juga dirasakan oleh warga terdampak.

Seperti yang dirasakan Rois Zulhasan, pemilik butik dan toko olahraga di Desa Gending. Tempat usaha lelaki muda ini tak luput dari terjangan banjir, bahkan hingga Minggu (1/11/2020) pagi, tokonya masih digenangi air setinggi 30 sentimeter.

“Makanya saya memutuskan pindah usaha saja ke selatan, disini banjir. Air sungai meluap masuk ke dalam toko,” paparnya seraya menaikkan sejumlah perangkat butik ke atas pikap.

TRAUMA BANJIR : Suasana rumah warga di Desa/Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo usai direndam banjir, Sabtu kemarin. (Foto : Moh Ahsan Faradies).

Rois mengaku, sudah 6 bulan membuka usaha di jalan raya Gending – Banyuanyar itu. “Lokasinya sih strategis di pinggir jalan, tapi rawan banjir. Sudah dua kali kebanjiran, yang terparah sekarang,” keluhnya.

Warga lainnya, Agung Dwi Kristanto mengatakan, warga sudah tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan keadaan yang terjadi. Ia hanya berharap belas kasihan dari pemerintah daerah agar segera melakukan pengerukan sungai.

“Sudah tidak bisa apa-apa lagi. Kalau nanti sore hujan lagi dan banjir lagi kedepannya. Ya kami hanya bisa pasrah saja, kalau banjir lagi, ya bersih-bersih,” ujarnya memelas.

Camat Gending, Denny Kartika Sari juga mengaku tidak bisa berbuat banyak guna menanggulangi banjir di wilayahnya. Hanya saja, dia berharap, ada normalisasi sungai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jawa Timur.

“Perlu normalisasi aliran sungai dari wilayah Desa Klenang, Kecamatan Banyuanyar dan Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris. Selain itu kami butuh perbaikan gorong-gorong dibawah jalan provinsi,” ungkap Denny.

Dengan perbaikan dan normalisasi sungai, lanjut Denny, maka banjir di Kecamatan Gending bisa ditekan. “Aliran sungai dari dua kecamatan belum ada normalisasi. Sehingga kalau hujan deras, sungai tidak bisa menampung, ” ungkapnya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Akan Gelar Open House, Warga Boleh Datang, Dilarang Bawa Oleh-oleh

30 Maret 2025 - 16:18 WIB

Waspada Bencana saat Libur Lebaran, BPBD Pasuruan Siaga Penuh 24 Jam

29 Maret 2025 - 18:18 WIB

Polres Pasuruan Sediakan Layanan Titip Kendaraan bagi Pemudik

29 Maret 2025 - 17:06 WIB

Program Berkah Nusantara PLN Nusantara Power UP Paiton Bagikan Seribu Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

29 Maret 2025 - 12:53 WIB

Waspada Microsleep saat Mudik, Ini Tips Pencegahannya

29 Maret 2025 - 11:12 WIB

Empat Pos Pengamanan dan 300 Aparat Siap Amankan Lebaran di Kota Probolinggo

28 Maret 2025 - 17:37 WIB

Trending di Sosial