Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 16 Nov 2020 12:04 WIB

Timbulkan Debu, Truk Pengangkut Batubara Diprotes Warga


					Timbulkan Debu, Truk Pengangkut Batubara Diprotes Warga Perbesar

MAYANGAN-PANTURA7.com, Keberadaan truk-truk besar pengangkut batubara dari pelabuhan paru yang dikelola PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) diprotes warga Mayangan, Kota Probolinggo. Soalnya truk-truk itu menimbulkan debu yang mengganggu permukiman warga di kawasan pantai itu.

Protes dilancarkan warga RT 07/RW 03, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan. Mereka menilai, truk-truk pengangkut batubara itu tidak memenuhi standar yang sudah ditentukan.

Bahkan sejumlah warga yang berjualan di pinggir jalan terpaksa menutup dagangan mereka akibat debu maupun kerikil yang berjatuhan.

“Sebenarnya aktivitas truk yang mengangkut batubara sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Hampir puluhan kali truk bolak-balik setiap hari mengangkut batubara tersebut,” kata Ketua RW setempat, Mukhlis, Senin (16/11/2020).

Mukhlis menilai, truk-truk pengangkut batubara tak sesuai standar. Memang truk yang mengangkut dalam kondisi tertutup terpal namun masih kurang sempurna. Sehingga mengeluarkan debu dan kerikil kecil.

Warga sudah beberapa kali melayangkan protes keras kepada manajamen PT DABN, sayangnya tak digubris sama sekali.

Bahkan, sampai warga menegur sopir truk agar menutup bak truk mereka dengan menggunakan terpal yang sempurna hingga tidak mengeluarkan debu maupun batu-batu kecil yang berjatuhan di jalan.

Truk pengangkut batubara menghasilkan debu di sepanjang jalan dari pelabuhan. Setiap hari warga di pinggir jalan menghidup udara bercampur debu juga batu kecil.

“Kami sangat keberatan dengan lalu lalang truk pengangkut batubara, karena sepanjang Jalan disini membuat jalanan berdebu,” kata Wawan, warga lainnya.

Dampak debu batubara, kata Wawan, sangat luar biasa. Selain mengganggu pernapasan, juga debu yang berhamburan juga mengganggu aktivitas warga. “Banyak warga dengan terpaksa menutup jualannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PT DABN Sumaji, saat dihubungi melaui WA tidak ada tanggapan. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura