Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Ekonomi · 19 Nov 2020 14:57 WIB

Ekonomi Lesu Terdampak Pandemi? ini Cara Pemulihannya


					Ekonomi Lesu Terdampak Pandemi? ini Cara Pemulihannya Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mewabah sejak akhir tahun 2019, memporak-porandakan lintas sektor kehidupan. Sektor yang paling terdampak, diantaranya adalah bidang ekonomi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Satgas Penanangan dan Percepatan Covid-19, getol mensosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan (Prokes) oleh masyarakat.

Dengan penerapan prokes berupa memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M), maka mata rantai penyebaran Covid-19 dapat terputus sehingga pandemi lekas berlalu dan sosial kehidupan masyarakat kembali normal.

“Sulit memang membiasakan protokol kesehatan, tetapi pemerintah selalu memberikan arahan dan kebutuhan untuk protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, dan menghindari kerumunan yang berisiko terjadinya penularan. Dengan membiasakan disiplin protokol kesehatan, maka dengan sendirinya sektor ekonomi pulih,” kata Juru Bicara Ketua Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Dewi Vironica, Kamis (19/11/2020).

Sejauh ini, lanjut Dewi, upaya yang dilakukan, antara lain mengawal terlaksananya protokol kesehatan diberbagai sektor yang perlahan mulai beroperasi, yaitu dengan operasi yustisi, pemberian informasi dan edukasi diberbagai tempat sera pembagian masker.

“Pemantauan protokol kesehatan, dilakukan antara lain di pasar rakyat, tempat pariwisata, dan UMKM, karena ditempat-tempat tersebut dinilai sulit untuk mengontrol kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan,” ungkap dia.

Saat ini, sambung Dewi, adaptasi protokol kesehatan sudah berjalan dengan baik walau belum dapat dikatakan sempurna. Jika 3M ini dilakukan maksimal, sambungnya bukan tidak mungkin perekonomian masyarakat pulih kembali.

“Maka dari itu, regulasi pemerintah daerah mengenai kewajiban menerapkan protokol kesehatan dapat diberikan sertifikasi pada tempat usaha kuliner yang benar-benar dapat menerapkan protokol kesehatan. Sehingga dengan kedisiplinan diberbagai sektor bisa mendorong pemulihan kesehatan dan mempercepat kebangkitan ekonomi,” tutup dia. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi