Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 17 Des 2020 13:42 WIB

Debu Batu Bara dari Pelabuhan Kembali Dikeluhan


					Debu Batu Bara dari Pelabuhan Kembali Dikeluhan Perbesar

MAYANGAN-PANTURA7.com, Ceceran batu bara di badan Jalan Lingkar Utara (JLU) Mayangan, Kota Probolinggo kembali dikeluhkan warga sekitar. Mereka mendesak PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) selaku pengelola pelabuhan agar segera menertibkan truk-truk pengangkut batu bara.

Aktivitas truk pengangkut batu bara sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Hampir puluhan kali truk bolak-balik setiap hari mengangkut batu bara tersebut.

“Sudah banyak kerusakan lingkungan yang terjadi akibat pengoperasian bongkar muat batu bara yang berdekatan langsung dengan pemukiman warga,” terang Barja Warga RT05/RW07 Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Kamis (17/12/2020).

Oleh karena itu, lanjut Barja, warga mendesak perusahaan (PT DABN) segera menghentikan kegiatannya bongkar muat batu bara. “Mereka juga harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang sudah terjadi,” ujarnya.

Dikatakan warga sudah beberapa kali melayangkan protes keras kepada manajamen PT DABN. Disayangkan hingga kini belum ada tanggapan dari perusahan BUMD milik Pemprov Jatim itu.

Bahkan warga menegur sopir truk agar menutup bak truk mereka dengan terpal yang sempurna hingga tidak mengeluarkan debu maupun batu-batu kecil yang berjatuhan di jalan.

“Kami merasa jengkel dengan lalu lalang truk pengangkut batubara, karena sepanjang Jalan
disini menjadi kotor dengan banyak batu kecil yang berjayuhan,” kata Muklis, Ketua RT
setempat.

Dampak debu batu bara, selain mengganggu pernapasan, debu yang berhamburan juga
mengganggu aktivitas warga. “Banyak warga dengan terpaksa menutup jualannya bahkan
mereka membersihkan batu kerikil yang berjatuhan di jalan,” imbuhnya.

Pelabuhan Probolinggo (baru) selama ini menjadi tempat pembongkaran ratusan ton batu
Bara. Batu bara kemudian didistribusikan ke industri yang membutuhkan seperti pabrik, pembangkit listrik tenaga uap, dan trading. Ribuan ton batu bara didaratkan di pelabuhan yang dikelola PT DABN sejak tiga bulan terakhir. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura